Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 48



Bab 48


Alvaro terbangun lebih dulu dari pada stella, senyum nya terbit ketika menyadari stella masih didalam pelukannya. Alvaro mencium kening stella sayang, lalu memejamkan matanya kembali. Alvaro tidak akan bekerja sekarang nampaknya.


Kring...kring....


Dengan malas stella membuka matanya dan mematikan alarmnya, ia tersenyum ketika melihay alvaro memeluknya.


Stella bangun dari tempat tidur dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya yang tampa busana.


“mau kemana em?” ujar alvaro membuka matanya lalu menarik stella kembali sehingga stella jatuh kedalam pelukannya.


“mau mandi” ujar stella mencoba melarikan diri dari alvaro.


“kau tidak boleh mandi sayang” ujar alvaro mencium gemas stella, stella menutup wajahnya menggunakan tangannya karena malu.


“tapi kita harus bekerja”


“nanti saja, lagian ini masih pagi sayang” ujar alvaro mengambil wajah stella lalu melumat bibir stella, stella langsung membuka mulut nya dan membiarkan alvaro menyelusuri mulutnya.


Alvaro duduk dan melepaskan selimut yang membalut tubuh stella,


“satu ronde lagi sayang” ujar alvaro membuat stella mengangguk malu-malu, alvaro tersenyum lalu melumat bibir stella dengan bergairah kedua tanganya sudah turun menyelusuri dua benda sintal yang pas ditangannya.


Alvaro merubah posisi mereka, ia menidurkan stella sehingga stella dibawahnya. Dan benda mati menjadi saksi bisu tentang apa yang terjadi.


-


Stella menghela nafas lega karena sampai dikantor tepat waktu. Tadi alvaro meminta satu ronde tapi berlanjut hingga tiga ronde digabungkan dengan mandi bersama yang bergairah.


“berikan aku file teks yang telah kau edit kemarin” ujar mia mendatangi meja stella. Stella langsung memberikan flashdisk file teksnya pada mia.


“terima kasih” ujar mia membuat stella mengedip-ngedipkan matanya, benarkan yang baru saja ia dengar. Mia mengucapkan terima kasih, kena angin apa dia sampai begitu. Detik kemudian stella tersenyum.


“baguslah, tandanya dia sudah menikmati hidup’


“selamat kau telah menjadi pusat perhatian dikantor tempat ku bekerja” ujar stella sambil menunjuk alvaro menggunakan sendoknya.


“tentu saja, itu karena mereka terpesona dengan ketampananku” jawab alvaro menyombongkan diri membuat stella geleng-geleng kepala.


“percaya diri sekali” ujar nya membuat alvaro terkekeh


“jelas, percaya diri itu penting”


“yaya, terserah kau saja” ujar stella melanjutkan makannya,


Stella memandang alvaro, detak jantungnya sekarang berdetak tak karuan. Stella sekarang sudah benar-benar jatuh cinta pada alvaro, stella tetap berharap alvaro tidak mencintainya. Biarlah dirinya yang jatuh cinta karena stella tidak mau orang yang mencintainya menangis ketika ia pergi.


“kenapa? Ada yang salah dengan wajahku? Atau ada cabe digigiku?” tanya alvaro membuat stella langsung menggelengkan kepalanya.


“tidak, hanya saja kenapa kau harus jauh-jauh makan siang kemari?” tanya stella


“karena aku ingin makan bersamamu” jawab alvaro jujur


Alvaro mengangkat kepalanya lalu tersenyum menatap stella, stella yang ditatap begitu jadi salah tingkah.


Mereka telah selesai makan bersama, dan alvaro langsung kembali kekantornya karena ada pekerjaan penting.


“aku pergi” pamit alvaro mencium sekilas bibir stella, para wanita rekan stella menjerit iri ketika melihat stella dicium oleh alvaro.


“hm, hati-hati” jawab stella melambaikan tangan. Setelah mobil alvaro menghilang stella langsung masuk kembali kekantornya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....