Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 13



Bab 13


Sebenarnya stella sama sekali tidak ada hubungannya dengan day, seharusnya sekarang yang pergi bersama day adalah mia tapi day tidak mau pergi bersama mia. Jadilah dia yang pergi, lumayanlah dari pada dia dikantor sesakarang dan mendengar omelan dari mia.


Stella menunggu day dibawah pohon karena ia tidak mengerti apa yang day bicarakan pada orang-orang disana. Yang stella pahami adalah day ingin membuka cabang di bogor, stella akui semangat day dalam bekerja harus diancungi jempol tapi tidak untuk urusan cinta.


Stella memejamkan kedua matanya, kepalanya rasanya sangat pusing seperti di tusuk ribuan jarum, pandangan didepannya buram, bahkan stella tidak bisa melihat dengan benar kalau sekarang ada dihadapannya.


“stel? Kau kenapa? Hei? Stell?” tanya day panik.


“astaga, hidungmu berdarah. STELLA!” teriak day kencang karena stella pingsan.


Dengan cepat day membawa stella kerumah sakit terdekat, stella sedang dalam pemeriksaan sedangkan day menunggu diluar. Sekarang day luar biasa cemas atas kondisi stella.


Stella membuka matanya ia sudah tidak merasa pusing yang bertubi-tubi, dokter? Stella menghela nafas pasti day membawanya kesini.


“dok, tolog beri tahu teman saya kalau saya baik-baik saja” ujar stella pelan membuat dokter cantik itu tersenyum.


“tapi..”


“saya mohon dok,”


“baiklah”


“terima kasih” dokter cantik itu tidak menjawab ia hanya tersenyum kearah stella.


“bagaimana keadaan stella dok?” tanya day ketika dokter cantik itu keluar setelah memeriksa stella.


“aku baik-baik saja” bukan dokter yang menjawab melainkan membuat day langsung menghampiri stella.


“hei, bagaimana bisa kau..astaga, dok katakan padanya seharusnya dia masih harus istirahat” ujar day karena tidak bisa berkata-kata lagi.


“jangan berlebihan, aku hanya kelelahan saja. Maafkan teman saya dok” ujar stella membuat dokter itu tersenyum maklum.


“saya permisi,”


“terima kasih dok”


“bagaimana pekerjaan, sudah mendapat kesepatakatan?” tanya stella tapi dihiraukan oleh day.


“baiklah, aku akan beristirahat tapi bukan disini. Bagaimana kalau aku istirahat dihotel lalu meminum obat?”


“setuju, ayo”


“tunggu dulu, jawab dulu pertanyaan ku tadi”


“sudah mendapat kesepakatan, minggu depan mulai pembagunan”


“baguslah, ayo pulang”


-


Hari kedua dibogor, stella meminum obatnya yang sangat banyak itu ia tidak mau ambil resiko pingsan seperti kemarin. Stella memejamkan matanya karena bau-bau obat itu membuat nya sedikit mual, stella membenci obat-obatan namun tetap saja ia harus meminumnya. Didunia ini ada hal yang kita sukai namun tidak boleh dimakan seperti alergi terhadap sesuatu, ada yang tidak kita sukai namun harus dimakan contohnya obat, hanya dua namun itu pilihan yang mana akan membawa kedampak yang berbeda-beda. Stella memang membenci obat tapi ia harus meminumnya untuk membantunya.


Pukul 14.00 pekerjaan dibogor telah selesai, stella dan day sudah mengemasik barang-barang mereka.


Day mengantar stella keapartemennya karena ia masih takut kejadian kemarin terulang lagi, day sangat khawatir.


“oke berhenti disini, aku sudah sampai dengan selamat. Terima kasih bapak day yang terhormat”


“hm, kalau ada apa-apa hubungi aku. Aku tidak yakin dengan suamimu itu”


“iya, kau tenang saja”


“aku pulang”


“hati-hati”


Seperginya day, stella langsung menuju kasurnya karena ia sudah sangat merindukan kasurnya itu. Tak lama kemudian stella sudah terlelap.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian(


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc