Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 129



Bab 129


“pagi dua oma, opa, aunty, paman, jea, pagi semuanya” sapa rachel hangat ketika ia sudah sampai dianak tangga kedua sambil berputar sehingga gaun berbunganya mengembang.


“pagi kembali sayang” jawab maria dan nathan bersamaan, sedangkan lainnya menganggukan kepala. Hanya jeamin yang tidak menyahuti sapaan hangat rachel dipagi hari yang cerah ini dan itu membuat rachel kesal pada jeamin.


“selamat pagi taman bunga” sapa velle tersenyum hangat.


“katakan kenapa sekarang kau memakai baju bunga diharimu sekolah?” tanya nathan membuat senyum rachel terbit.


“tentu saja kalena nanti akan hujan paman”


“tidak akan hujan, hari ini akan panas” ujar jeamin sambil meminum susunya.


“tidak jea, nanti akan hujan pelcaya sama achel”


“terserah saja, kau tidak mau sarapan?” tanya jeamin


“salapan dong”


Kalau stella sangat membenci hujan maka rachel adalah kebalikan darinya. Rachel sangat menyukai hujan, bahkan rachel sangat menyukai bau aspal seteleh hujan katanya itu sangat wangi.


Rachel duduk disebelah jeamin lalu meminum susu jeamin hingga kandas tiada sisa membuat si empu yang punya merengut kesal pada rachel.


“susunya punya jea, punya achel yang itu” ujar jeamin menunjuk susu milik rachel


“tangan achel ga sampai jea, tangan achel kan pendek” jawab rachel mempraktekan mengambil susu yang tidak sampai.


Tak lama kemudian alvaro dan stella ikut turun dan ikut serta sarapan bersama.


“yey, sekolah, sekolah!” teriak rachel mengambil tas nya ketika sudah selesai sarapan,


“achel jangan lari-lari nanti jatuh” peringat alvaro dan peringatan itu terlambat karena rachel sudah jatuh lebih dahulu membuat semuanya berteriak khawatir.


“dasar ceroboh” ujar jeamin menarik tangan rachel


“kau tidak apa-apa sayang?” tanya maria membuat rachel menganggukan kepalanya. kali ini rachel tidak menangis karena dia tidak ingin menangis sekarang.


“chel, jea, ayo kita berangkat” ujar alvaro membuat kedua nya mengikuti langkah besar alvaro, hari pertama sekolah alvaro yang mengantar putri dan keponakannya karena nathan ada meeting dan velle harus kerumah sakit sementara stella ia ikut bersama dengan alvaro.


“sean bukannya diatar oleh ayahnya sayang?”


“tidak papa, sean sudah berjanji akan belangkat kekolah bersama achel dan jea”


Alvaro menganggukan kepalanya mengerti,


“baiklah sayang”


Mereka sudah sampai diluar rumah dan sean bersama dengan june baru saja memasuki gerbang.


“sean sini” ujar rachel mengajak sean masuk kedalam mobil


“bun, sean berangkat”


“iya, maaf telah merepotkan kalian” ujar june penuh penyesalan karena putranya pagi-pagi sekali sudah mengamuk ingin berangkat sekolah bersama rachel dan jeamin.


“bunda kami berangkat sekolah, bye, bye” ujar rachel sambil melambaikan tangannya.


“bau ketek” ujar jeamin meletakan tangan rachel ketempatnya.


“ih jea, achel wangi tau. Wangi kan sean?” tanya rachel pada sean sambil mengankat tekiaknya.


“iya wangi”


“tuh kan jea, hidung jea aja yang cencitif”


“hm”


Alvaro dan stella hampir saja mengeluarkan tawa mereka ketika putri mereka belum bisa berbicara dengan benar.


Stella dan alvaro hanya mendengarkan perdebatan antara sean, jeamin dann rachel tanpa ikut mencampuri. Karena mereka masih anak-anak dan orang dewasa hanya perlu mengawasi saja tanpa ikut serta dalam perdebatan.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....