
Bab 123
5 tahun kemudian,
“MAMA! SEAN NAKAL LUSAKIN BONEKA ACHEL, HIKS..HIKS...” teriak gadis kecil mengadu pada stella dan menunjukan bonekanya yang kepala nya sudah hilang gara-gara sean.
June yang mendengar itu langsung menghampiri sean putra nya yang amat sangat nakal itu, entah lah apa salah ngidam apa june sewaktu hamil sean dulu.
“bunda, sean minta maaf” ujar sean kecil sebelum june mengeluarkan omelannya sean sudah menangis lebih dulu. June menggelengkan kepalanya, kumat lagi anaknya ini.
Sean tidak tinggal diam ia menangis keras sambil guling-guling melepaskan bajunya, day yang mendengar putranya menangis tidak mendatangi putranya ataupun membujuk sean agar berhenti menangis, putranya itu sedang berakting sekarang agar ia dimaafkan oleh rachel anak stella dan juga alvaro, alvaro juga tidak bisa berbuat banyak karena ini sudah menjadi kebiasaan sean dan rachel putrinya ribut lalu salah satu dari mereka ada yang berdrama.
Tangis rachel terhenti, ia mendatangi sean lalu melemparkan boneka berbienya kebadan sean kecil yang sedang mengangis guling-guling dilantai.
“ga usah dlama, achel tau sean lagi ekting. Beliin achel boneka baru” ujar rachel langsung membuat sean bangkit dari nangis guling-gulingnya lalu meminta baju nya pada june.
“oke, nanti sean belikan yang banyak untuk achel.”
“oke, awas aja kalo ga”
“iya, iya janji” ujar sean berjanji,
Alvaro, Day, June, Stella menatap kedua nya geleng-geleng kepala. Selalu saja seperti ini, berantam, menangis, lalu bermaafan.
Alvaro sangat beruntung karena pengobatan stella berjalan dengan lancar, berkat pengomatan herbal itu sekarang mereka kembali lagi keindonesia menemui keluarga besar. Bunga dan maria sudah lebih dulu pulang hanya stella dan alvaro yang tinggal karena june dan day dalam perjalanan ketempat mereka ketika mereka sedang bersiap-siap pulang. Jadilah mereka berenam menikmati liburan bersama.
Rachel anak Alvaro dan Stella sudah berteman dekat dengan Sean anak Day dan June setahun yang lalu, setiap mereka bertemu pasti ribut lalu berbaikan.
Bagi alvaro mereka sangat lah lucu, alvaro sangat menyanyangi rachel sangat menyanyangi nya lebih dari dirnya sendiri karena sewaktu rachel lahir banyak perjuangan yang dilewati bayi mungil itu dulu. Tentu saja alvaro juga sangat mencintai stella istrinya karena istrinya adalah istrinya, alvaro sangat kagum dengan perjuangan stella melahirkan buah hati mereka dan perjuangan stella untuk melawan penyakitnya.
“sendal achel jelek warna kuning kek ***, pakai sendal sean aja” ujar sean membuat rachel menggelengkan kepalanya,
“ga mau sean, ga mau. Kuning itu warna kesukaan achel, ambil ga sendal achel” ujar rachel menunjuk sendalnya, rachel menyukai kuning karen ibunya stella sangat menyukai kuning jadilah rachel juga menyukai kuning.
“ga mau ah, kuning jelek warna nya ***,”
“SEAN! ACHEL NGEMBEK NIH!” teriak rachel membuat sean cemberut lalu mengambilkan sendal kuning milik rachel,
“ini” ujar sean menyerahkan sendal kuning pada rachel,
“sean nyebelin” ujar rachel menghampiri kedua orang tuanya,
“kenapa lagi sayang?” tanya stella lembut
“sean nyebelin mam, masa iya dia bilangin sendal achel kayak tai” aduhnya pada stella, stella hampir saja tertawa tapi ia tahan karena ia tidak mau putrinya bertambah badmood,
“achel pengeduh ih,”
“bialin, wlek”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....