
Bab 52
“aku pulang”
“hm, hati-hati sayang”
“iya”
Sebelum stella keluar ada orang yang masuk kedalam ruangan alvaro, orang itu tidak lain adalah maria ibunya alvaro. Stella bertanya-tanya dalam hati nya siapa wanita cantik ini? apa ini ibu angkat alvaro? Stella tidak tau karena memang pada saat pernikahan seluruh keluarga alvaro tidak ada yang datang, tidak datang karena mereka tidak tau.
Alvaro menghampiri maria dan memeluk wanita paruh baya itu, stella tersenyum karena ia dapat melihat alvaro sangat menyanyangi maria.
“mami membawakan makan siang untukmu dan juga clara” ujar maria sambil tersenyum
“clara, sedang diluar negri sekarang mam” jawab alvaro pelan, ia takut stella akan salah paham nantinya.
“oh begitu, berarti ini untuk mu sendiri. Siapa wanita cantik ini?” tanya maria ketika sadar ada stella diruangan alvaro.
“dia...”
“aku temannya, stella” potong stella memperkenalkan diri, stella sengaja memperkenalkan diri sebagai teman alvaro karena dari yang ia dengar tadi maria hanya mengetahui clara. Maria tidak mengetahui jika putra nya ini sudah menikah. Sedangkan alvaro menatap stella, awalnya alvaro akan memberi tahu kalau stella adalah istrinya dan menjelaskan semuanya pada maminya tapi stella lebih dulu memberi tahu kalau mereka teman. Alvaro sadar, stella tidak mau membuat nya tampak buruk didepan wanita yang ia cintainya. Disisi lain alvaro juga sedih karena ia tidak bisa mengakui stella sebagai istrinya pada maria, alvaro berjanji nanti kalau waktunya sudah tepat alvaro akan memberi tahu ibunya.
“stella, nama yang cantik. Bagaimana kalau kalian makan siang bersama saja?” ujar maria mengeluarkan idenya.
“maaf bu, bukannya menolak hanya saja aku harus pulang dan bersiap bekerja” tolak stella halus.
“pasti bu”
Sebelum pergi maria memeluk stella, maria merasakan adanya getaran dihatinya tapi ia tidak tau getaran apa itu. Maria merasa mereka sudah dekat tapi ini kali pertamanya mereka bertemu, jadi tidak mungkin jika mereka saling mengenal.
“mami kenapa?” tanya alvaro membuat maria tersadar lalu menatap alvaro.
“entahlah, mami merasa seperti sudah dekat dengan temanmu tadi, aneh saja padahal ini pertama kalinya kami bertemu tapi mami merasa...lupakan saja, mami pulang kau jangan lupa makanan nya dihabiskan” ujar maria membuat alvaro menganggukan kepalnya.
“hati-hati mam dan terima kasih bekal makan siangnya”
Selain maria, stella juga merasakan ada getaran aneh didalam hatinya. Stella memegang detak jantungnya tadi sewaktu maria memeluknya stella merasakan pelukan maria sama seperti pelukan bundanya, hangat tapi pelukan maria agak berbeda. Stella menggelengkan kepalanya lalu menatap dinding lift. Mungkin memang seperti ini rasanya pelukan semua ibu didunia hangat. Sama seperti pelukan bunga dan nadia.
Stella menghela nafas lalu keluar dari lift, ia langsung pulang dan menggenti pakaiannya. Ia harus segera kekantor.
Sesampainya dikantor stella meletakan tasnya lalu menghidupkan komputernya dan memulai bekerja. Tapi pikrian stella tidak berada dipekerjaan melainkan kemaria wanita yang baru saja ia temui tadi, perasaan macam apa ini?
Stella menggelengkan kepalanya, lalu memfokuskan diri untuk bekerja. Mungkin hari ini ia agak sensitif karena kabanyakan minum obat, pikir stella.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....