Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 122



Bab 122


Bram langsung pulang setelah memastikan stella dan rombongan sudah berangkat, setibanya ia pulang bram langsung mandi karena badanya sangat lengket.


Setelah mandi bram mengganti pakaiannya dengan piyama, ketika ia akan segera tidur matanya tidak sengaja melihat secarik kertas diatas meja rias milik bunga. Karena penasaran bram mengambil kertas itu, dan seketika bram merasa udara disekitarnya diregut paksa sehingga dia tidak bisa bernafas dengan benar.


Ada dua macam kertas yang bram dapatkan pertama itu surat dari bunga untuk nya serta yang kedua adalah surat cerai yang sudah bunga tandatangani.


Bram menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa bercerai dengan bunga. Bram tidak mencintai bunga tapi kenapa ia tidak mau berpisah dengan bunga? Perasaan macam apa yang selama ini ia berikan untukk bunga? Apa bunga baginya?


Intinya, bram tidak mau kehilangan bunga. Bram tidak bisa, bram langsung merobek surat cerai yang sudah ditanda tangani oleh bunga. Kemudian, bram membaca surat dari bunga untuknya.


***Untuk suamiku.....


Maafkan aku karena telah menghalangi kebahagianmu selama ini, maaf karena aku telah bersikap egois untuk menahan mu selama ini disisiku. Kau pasti muak padaku dan bertanya-tanya kapan wanita ini akan pergi dari hidupku?


Aku tau itu, tapi aku mengabaikannya sehingga kau tidak bahagia denganku. Seharusnya sudah lama aku melepasmu dan membiarkan mu bahagia dengan cinta pertamamu. Aku egois bukan awalnya aku menginginkan mu sampai velle dapat menerima semuanya tapi saat velle sudah mengerti aku malah tetap menahanmu disisiku.


Sekarang aku benar-benar melepasmu, sengaja sekarang karena kalau aku melihatmu sekarang pasti aku akan bersikap egois lagi menahanmu disisiku. Aku sudah menandatanginya tinggal kau sekarang, aku benar-benar mendoakan untuk kebahagianmu, semoga kau bahagia bersama orang yang kau cinta.


Sekali lagi maafkan aku,


Bram meletakan surat itu begitu saja, rasa kantuknya yang tadi begitu berat kini hilang begitu saja seperti ia telah meminum satu botol kopi.


Bram menggelengkan kepalanya mana bisa ia hidup tanpa bunga membayangkannya saja membuat bram menggelengkan kepalanya, itu tidak akan terjadi.


Bram menjalankan paginya tanpa semangat, biasanya pagi begini bunga yang akan membantunya menyiapkan semuanya mulai dari setelan kerja, sepatu, dasi bahkan sarapan pun biasanya ia bersama bunga.


Bram tidak biasanya begini, biasanya makan sendiri tidak masalah baginya karena kadang-kadang bunga melakukan kegiatan amal diberbagai daerah bahkan negara tapi kali ini berbeda karena kalau pun pergi bunga pasti akan kembali lalu sekarang bunga tidak akan kembali lagi. Pelayan rumah tangga bram menatap bram prihatin, bram biasanya tidak seperti ini tapi hari ini tuannya merasa sangat menyedihkan, pelayan itu tidak tau apa masalah tuannya tapi ia yakin sekarang bram sedang dalam masalah besar,


Cinta pertama nya memang maria tapi bukan berarti bram akan menikah dengan maria untuk kedua kalinya, sudah cukup sekali ia menyakiti bunga dan tidak ada yang kedua maupun ketiga.


Bram telah memutuskan ia tidak akan menceraikan bunga, memang bunga bukan cinta pertamanya tapi bram menyadari setelah bunga memutuskan untuk bercerai dengannya, bram tidak bisa hidup tanpa bunga yang artinya bram mencintai bunga sebagai cinta terakhirnya. Bram tidak akan menceraikan bunga, tidak akan.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....