Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 143



Bab 143


Hari ini Alvaro menghabiskan hari libur dirumah bersama anak dan istrinya, seperti biasanya memang hari libur seperti ini Alvaro selalu dirumah. Semedadak apapun pekerjaannya Alvaro meninggalkan semua itu demi keluarganya, karena apa? Karena hanya hari libur Alvaro bisa menghabiskan waktunya 24 jam bersama anak dan istrinya. Nathan, Velle dan Jeamin mereka sedang liburan kenergi orang. Itulah kenapa kemarin Nathan memintanya untuk menghendle pekerjaannya untuk sementara. Alvaro tentu saja mengiyakan karena nantinya Alvaro serta istri dan anaknya akan berlibur juga.


Seperti sekarang Alvaro dan Rachel bermain basket, tepatnya Alvaro mengajari Rachel basket. Kemarin Rcahel baru saja menonto basket dan hari ini Rachel ingin diajari basket. Alvaro dengan senang hati untuk mengajari putrinya bermain basket. Stella? Wanita itu sedang menonton suami dan anaknya sambil menyiapkan kopi, teh, dan susu serta cemilan dipagi hari.


“hahahaha, papa!” teriak Rachel sambil tertawa ketika Alvaro mengangkatnya dan membiarkan Rachel memasukan bola kedalam ring. Ring bagi Alvaro tidak tingga tapi tetap saja bagi anak 5 tahun ring segitu sudah cukup tinggi.


Stella hanya tersenyum melihat anak dan ayah yang terus tertawa karena bermain basket, Alvaro bahkan dengan jahil menggelitik perut Rachel dan jadilah mereka berguling-guling dilapangan basket.


“PAPA! GELI! MAMA TOLONG ACHEL!” teriak Rachel membuat Alvaro semakin menggelitik perut putrinya.


“papa Achel mau pipis!” ujar Rachel lagi membuat Alvaro menghentikan gerakan menggelitiknya.


Rachel bangkit dari tidurannya dan berlari kearah Stella,


“tapi boong, hahaha” tawa Rachel dan menghampiri Stella dan duduk disamping Stella.


“berani ya kamu boong sama papa!” ujar Alvaro menghampiri putrinya dan memeluk putrinya membuat Rachel memberonta ingin dilepaskan.


“hahaha, maaf papa. Achel sengaja, hahaha”


Stella hanya bisa geleng-geleng kepala, pemandangan ini adalah impiannya. Melihat anak dan suaminya bercanda lalu ia menyiapkan makanan.


“kamu nakal sekali, anak siapa em?” tanya Alvaro membuat Rachel melepaskan diri dari Alvaro lalu duduk dipangkuan Stella, lalu memeluk perut Stella dengan erat.


“anaknya mama, wlek”


Alvaro tersenyum sambil geleng-geleng kepala,


“tapi mamanya punya papa tuh” ujar Alvaro mulai julid pada anak sendiri.


“iya dong, mama punya nya Achel”


“tuh pa dengel” ujar Rachel membuat Alvaro cemberut, Stella dan Rachel sama-sama kompak mereka menertawakan Alvaro.


“mama, Achel mau susu. Aus” pinta Rachel manja membuat Stella langsung memberikan susu pada Rachel dan kopi pada Alvaro.


“makasih mama” ujar Rachel membuat Stella menganggukan kepalanya.


“mama ayo main basket bertiga” ujar Rachel turun dari pangkuan Stella, Stella mengerutkan keningnya lalu detik kemudian ia menganggukan kepalanya.


“ayo, Achel sama mama melawan papa” ujar Stella membuat Rachel menganggukan kepalanya.


“setuju, ayo kita kalahkan papa!”


“kita lihat siapa yang akan menang” ujar Alvaro tersenyum sambil menatap Rachel dengan tatapan menantang.


“oke!”ujar Rachel lalu berbisik pada Stella, Stella menganggukan kepala dengan ide jenius dari putrinya.


Pertandingan dua lawan satu dimulai, tim Rachel dan Stella menang dengan mutlak karena mereka bermain curang. Rachel bertugas menahan kaki Alvaro agar tidak bisa melangkah kemana-mana sedangkan Stelal yang bertugas memasukan bola kedalam ring


“kalian curang! Papa jadi kalah”


“hahaha”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian(


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....