
Bab 68
Bunga mengembangkan senyumnya ketika surti datang kerumah sakit, ia berdiri dan menghampiri surti,
“nyonya ini yang nyonya minta” memberikan bunga sebuah flashdisk.
“terima kasih bik,” ujar bunga tulus,
“sama-sama nyonya, saya teh permisi saya mau kepasar.” Pamit surti membuat bunga menganggukan kepalanya.
Bunga mengerti kenapa surti harus kepasar padahal bahan-bahan masakan masih banyak, ini semua karena rencana B.
“sekali lagi terima kasih bik”
Bunga langsung menghampiri semua orang dan meminta ponsel nya pada bram,
“yah, bunda pinjam ponsel ayah. Ponsel bunda habis batre” pinta bunga membuat bram langsung memberikan ponselnya pada bunga, maria yang mendengar panggilan ayah bunda itu ingin muntah rasanya. Bisa-bisanya mereka menyebut ayah bunda didepan umum.
Bunga langsung memindahkan rekaman cctv keponsel bram, mulut nya menganga lebar ketika sopia terekam sedang mengotak atik mobil stella, bunga sangat yakin ini lah yang menyebabkan rem mobil stella putrinya tidak berfungsi. Bunga mengepalkan kedua tangannya sehingga ponsel yang ia pegang terjatuh. Dulu sekali bunga membiarkan semua ini tapi sekarang, tidak bunga tidak bisa membiarkannya lagi. Sopia harus dihukum agar dia jera mencelakai putrinya. Bunga tidak mau ambil resiko kali ini stella selamat tapi bunga tidak tau kedepannya bagaimana.
Bram yang melihat ponselnya jatuh langsung mengambil ponsel, apa yang dilihat istrinya sehingga membuat ponsel itu terjatuh. Bram sama terkejutnya dengan bunga tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa keputusan besar ada ditangan bunga sekarang.
“tolong buat wanita ini dihukum seberat-beratnya karena telah mencelakai putriku” ujar bunga membuat semua nya berdiri penasaran siapa wanita yang dimaksud oleh bunga. Alvaro langsung merebut ponsel dari tangan polisi, ia ingin melihat siapa yang berani-beraninya mencelai wanitanya. Maria membelakkan matanya, sopia. Maria sama sekali tidak menyangka kalau bunga mau melaporkan ibunya sendiri kekantor polisi. Maria akui itu benar, tapi itu ibunya sendiri.
Alvaro berjanji akan membuat wanita itu dihukum seberat-beratnya, ia tidak terima istrinya dijahati seperti ini. memang salah stella apa? Sehingga berani mencelakai putrinya.
Day pria itu juga tidak terima, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa disini. Nanti sopia akan menerima akibatnya karena telah mencelakai adiknya, lihat saja pembalasan dari day nanti.
Tak lama kemudian sopia sampai dirumah sakit sambil membawa pakaian ganti untuk bram, sopia bertanya-tanya untuk apa bram baju ganti? Tapi tidak masalah, berkat mengantar baju ganti untuk bram, sopia bisa melihat stella yang menderita.
Sopia awalnya terkejut ketika melihat ada beberapa polisi didepan ruang IGD, tapi tidak lagi karena ia mengira itu biasa saja. Mungkin polisi datang memberi keterangan atas kecelakaan.
Sopia berjalan biasa saja seolah tidak ada yang terjadi, itu membuat bunga semakin geram pada ibunya sendiri. Kalau saja ibunya menampakan rasa bersalahnya pasti bunga akan mempertimbangkan lagi untuk melaporkan ibunya. Tapi tidak, sopia tidak menyesal sama sekali. Jangan salahkan bunga jika ia akan melaporkan sopia sekarang juga, sopia tidak bisa menerima ini. putrinya sekarat sedangkan orang yang mencelakainya sedang bahagia atas kesakitan putrinya. Bunga seorang ibu, jadi ia akan melakukan apapun untuk putrinya termasuk membuat ibunya masuk penjara dan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian😉
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....