
Bab 56
Setelah berbelanja kebutuhan mereka maria dan stella pergi berbelanja untuk memasak makan siang bersama.
Ketika melihat ayam maria dan stella serempak mengambil ayam itu,
“ayam kecap”
“ayam kecap”
Ujar mereka bersamaan, membuat stella tertawa tapi tidak dengan maria ia hanya tersenyum jantungnya sekarang sudah berdetak tak karuan.
Lalu ketika mengambil kecap, stella dan maria sama-sama menggelengkan kepala ketika melihat sambal terasi udang.
“alvaro sangat menyukai ini, bagaimana kalau kita ambil satu mi?” ujar stella meminta pendapat maria.
“bagaimana dengan mu apa kau suka sambalnya?” tanya maria membuat stella menggelengkan kepalanya.
“aku alergi udang mi, aku suka udang tapi setelah memakannya badanku langsung merah-merah besar belum lagi itu sangat gatal” jelas stella, lagi-lagi membuat maria terdiam. Sama lagi dengan maria, maria pun begitu jika memakan udang atau hal yang bersangkutan dengan udang maka badannya akan gatal persis yang dijelaskan oleh stella.
“bagaimana dengan sledri dan bawang goreng?” tanya maria lagi
“aku juga tidak menyukai mereka mi, kenapa mami bertanya?”
“tidak, mami pun juga begitu tidak menyukai keduanya” ujar maria membuat stella menganggukan kepalanya.
“kita banyak kesamaan dalam memilih makanan mi,”
Mereka membeli semua kebutuhan untuk makan siang nanti, karena dirumah banyak orang maka maria dan stella membeli bahan-bahan yang lumayan banyak.
Setelah berbelanja mereka pulang, disepanjang jalan pulang maria maupun stella tidak ada yang membuka mulut mereka. Masing-masing mempunyai pertanyaan dikepala mereka.
‘alvaro sangat beruntung mempunyai ibu seperti mami, mami bahkan mudah akrab dengan orang lain. Sungguh nanti clara akan benar-benar beruntung mempunyai mami mertua seperti mami’ ujar stella didalam hati sambil menatap maria sebentar lalu kembali menatap keluar jendela.
Sementara stella menatap luar jendela maria langsung menoleh kearah maria,
‘tuhan, siapa dia sebenarnya? Kenapa aku merasa sangat nyaman ketika berada didekatnya. Rasanya dia seperti putriku sendiri’ batin maria.
Drt...drt....
Stella terkejut karena mendengar deringan ponselnya sendiri dengan cepat ia mengambil ponselnya dari dalam tas.
“hallo al?” ujar stella sambil melirik kearah maria.
“sayang, kau masih bersama mami?”
“iya, kami sekarang dalam perjalanan pulang”
“cepatlah kembali sayang, aku sudah merindukanmu”
“hm” jawab stella dengan dehaman tidak mungkinkan dia menanggapi alvaro sekarang karena maria ada disampingnya. Maria bahkan tidak tau kalau mereka berdua sudah menikah.
“alvaro?” tanya maria membuat stella menganggukan kepalanya. Maria merasa ada yang aneh disini, putra nya itu tidak pernah mau menelpon orang lain kecuali sudah sangat mendesak, bahkan ketika ia sedang pergi seharian dengan clara, alvaro tidak sekalipun alvaro menelpon clara. Tapi ini, mereka hanya sekedar teman lalu kenapa alvaro seolah-olah takut maria memperlakukan stella dengan tidak baik. Maria sangat mengenal putranya itu, sekarang ada tebakan diotaknya tapi maria mencoba menghilangkan pikiran itu. Putranya adalah pria setia jadi tidak mungkin alvaro menduakan clara.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....