
Bab 16
Hari libur, stella dan alvaro menghabiskan waktu mereka dengan memasak kue bersama. Stella tidak pandai membuat kue apalagi alvaro, pria itu bahkan tidak mengerti sama sekali prihal dapur dan macam-macamnya.
“tepungnya dulu baru telur” ujar stella membuat gerakan tangan alvaro menggantung diudara.
“benarkah?”
“katanya sih iya, coba kita ulang lagi” jawab stella mengulang vidio yutubenya.
Mereka tertawa kencang karena mereka berdua salah, karena urutannya kembangkan gula lebih dulu.
Percobaan pertama gagal, bantet, gosong, dan berantakan. Begitupun percobaan kedua, ketiga, sampai percobaan keempat mereka tidak lagi membuat kue namun bermain dengan adonan.
Stella sedang membereskan kekacauan didapur sedangkan alvaro dengan jahilnya memanggil stella dan meletakan adonan kewajah stella. Tawa alvaro melenggelegar membuat stella ikut tertawa. Stella mencoletkan tepung kewajah alvaro. Dan acara balas-balasan dimulai, awalnya dapur sudah berantakan sekarang tambah berantakan malah bertambah, sekarang mereka lempar-lemparan tepung. Dengan jahil nya stella mengambil telur dan melemparkan kearah alvaro sehingga mengenai dada alvaro. Gelak tawa stella pecah memenuhi ruangan ketika melihat ekspresi alvaro yang menurutnya lucu.
“berani sekali kau, kemari kau” ujar alvaro berlari menuju stella. Stella yang tau itu langsung berlari menjauh.
“jangan lari, mau kemana kau?”
“mau kabur, memangnya mau kemana lagi?” teriak stella sambil tertawa membuat alvaro ikut tertawa.
“kena kau” ujar alvaro senang sambil memeluk stella dari belakang.
“al, menjauh dari ku kau amis. Haha”
“salah siapa em, ayo kita amis bersama”
“aaa, lepaskan aku”
“katakan ampun dulu, baru aku lepaskan”
“tidak mau, haha”
Alvaro semakin menempelkan badannya sehingga detak jantungnya terdengar jelas oleh stella. Stella terdiam sesaat lalu berkata.
“baiklah, ampun aku minta maaf”
“bagus, jadi stella jangan berani-beraninya melempar telur lagi padaku kalau tidak kau akan tau akibatnya”
“oke, sekarang ayo bereskan kekacauan didapur”
“ayo”
Karena kue yang mereka masak tadi hancur berantakan Alvaro memesan kue ukuran besar, masalah habis atau tidak yang penting beli dulu. Pikir Alvaro.
Setelah selesai mandi stella keluar dari kamarnya, ia kaget menemukan kue ukuran besar dimeja.
“siapa yang akan menghabiskannya?” tanya stella duduk disebelah alvaro.
“mau aku bantu?” tawar alvaro ketika melihat stella mengeringkan rambut dengan handuk kecil.
“boleh, aku ingin mencicip ini”jawab stella memberikan handuk kecilnya pada alvaro lalu mulai memakan kue,
Alvaro sibuk mengeringkan rambut stella, sedangkan stella sibuk memakan kuenya.
Alvaro menatap stella yang sedang makan kue, cantik. Satu kata untuk stella.
“enak?” tanya alvaro membuat stella menganggukan kepala dengan semangat.
“mau coba?” ujar stella memberikan suapan untuk alvaro.
“terima kasih”
“hm”
Alvaro meletakan handuk kecil keatas meja lalu ikut makan kue bersama stellla.
“kau tidak takut gendut?” tanya alvaro membuat stella menoleh.
“gendut?”
“iya”
“apa itu gendut? Aku tidak tau” jawab stella lalu kembali menikmati kue nya.
Alvaro menatap takjut stella yang menghabiskan kue ukuran besar seorang diri, ya alvaro juga makan hanya saja porsi mereka beda jauh, kira-kira 99% dimakan oleh stella dan sisanya baru alvaro.
“luar biasa” komentar alvaro membuat stella menyengir kuda.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
Tbc