
Bab 73
Bunga keluar dan memberi tahu kalau stella sudah sadar, membuat semua orang tersenyum senang.
“sekarang stella sedang beristirahat, nanti setelah stella sudah cukup istirahat kalian bisa menjenguknya lagi”
Day dan nadia masih mendengarkan penjelasan dari dokter bambam tentang kesehatan stella yang sebenarnya.
“kondisi stella semakin memburuk karena kecelakaan yang baru saja ia alami, berdoa saja pada tuhan agar stella baik-baik dibantu oleh obat” jelas bambam membuat nadia menutup mulutnya, nadia selalu berdoa untuk kesehatan stella. Tapi kenapa? Kenapa stella mereka masih merasakan sakit.
“bagaimana jika kita beri tahu saja orang tua stella, mereka juga harus mengetahui keadaan putri mereka” ujar nadia yang langsung diangguki oleh day.
“saya juga mau nya begitu..”
“tapi?” tanya day membuat bambam memberikan senyum kakunya.
“stella dia pasien saya, ketika pasien tidak mau memberitahu tentang penyakitnya maka saya tidak bisa memberi tahu semuanya. Itu rahasia dokter dan pasien” ujar bambam membuat kedua nya mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan dokter bambam.
Day pulang kerumah karena ia harus mengurus sesuatu yang amat sangat penting. Sementara nadia mengunjungi stella yang katanya sudah sadar.
Sekarang kamar inap stella hanya terdiri 3 wanita, maria, nadia dan juga stella sendiri. Stella membuka matanya karena ia sudah kebayakan tidur.
Stella tersenyum menyadari adanya maria yang baru saja ia ketahui sebagai ibu kandungnya dan juga nadia, seorang ibu yang telah menganggap stella sebagai putri nya sendiri. Stella mencari keberadaan bunga, bundanya tidak ada didalam kamar inapnya. Kemana bundanya pergi?
“mau minum sayang?” tawar maria membuat stella menggelengkan kepala, bangun dari tidur seperti ini apalagi ia sedang tidak sehat begini stella menginginkan sesuatu yang berbeda seperti.....
“bunda” panggil stella lemah membuat bunga tersenyum menghampiri stella.
“bunda tau kau menginginkan ini, minumlah” ujar bunga membuat stella menganggukan kepalanya, stella mulai meminum air jeruk hangatnya. Terasa lega karena jeruk hangat buatan bunga. Inilah yang membuat stella selalu membutuh kan dan menyanyangi bunga, bunga selalu tau apa yang ia ingin atau tidak inginkan. Kasih sayang yang bunga berikan padanya tulus.
Maria yang melihat interaksi antara bunga dan putrinya membuat jiwa didalam maria meronta-ronta. Putrinya begitu senang ketika bunga masuk dengan membawakan apa yang disukainya, maria iri melihat interaksi keduanya.
“sapa ibumu dengan baik, bunda akan keluar bersama nadia. Kalian harus cepat akrab, oke” bisik bunga membuat stella menganggukan kepalanya, maria begitu penasaran apa yang dibisikan oleh bunga ke stella sehingga putrinya langsung mengangguk dan tersenyum.
“mbak, temani aku keluar sebentar yuk” ajak bunga membuat nadia mengangguk mengerti, bunga tidak boleh egois ia memang yang telah merawat stella tapi maria yang telah melaharikan stella.
Diluar kamar stella bunga mengehela nafas nyatanya mencoba iklas itu susah tapi bunga harus melakukannya, nadia yang melihat itu langsung mengelus pundak bunga.
“ayo kita cari makan, mbak lapar” ajaknya
“ayo mbak” jawab bunga mengembangkan senyumnya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....