Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 57



Bab 57


Alvaro sudah menunggu diteras ketika mobil yang membawa maria dan stella kembali kerumah,


“biar alvaro saja mam, mami duluan saja” ujar alvaro ketika maria dan stella akan mengeluarkan bahan dan barang-barang yang mereka beli tadi.


“stella ayo masuk sayang” ajak maria membuat stella menganggukan kepalanya, alvaro yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya.


“biarkan dia membantu alvaro mam, inikan banyak” ujar alvaro membuat maria mengerutkan keningnya namun detik kemudian ia menganggukan kepala.


“nanti langsung dibawa kedapur ya sayang” ujar maria pada stella.


“iya mi,”


Setelah maria pergi alvaro menatap stella.


“sayang, kenapa kau berdiri saja kemari dan bantu aku” ujar alvaro membuat stella sadar dan langsung menghampiri alvaro.


Cup


Alvaro mencium bibir stella sekilas, ia benar-benar merindukan stellanya ini. ia bahkan ingin menyusul stella yang sedang diculik oleh maminya.


“hei, dilarang cium. Kalau ada yang melihat bagaimana” ujar stella menepuk pelan pundak alvaro.


“memangnya kenapa, kau kan istriku” jawab alvaro mencium bibir stella bertubi-tubi,


“kalau mami melihat bagaimana, sudah ayo bawa ini semua” ujar stella lalu membawa sedikit belanjaan ditangannya.


“sayang kau yang benar saja, ini masih banyak” ujar alvaro memelan kan suaranya.


“ini saja sudah berat sayang, jadi tolong kau yang bawa ya” jawab stella langsung meninggalkan alvaro, alvaro tersenyum karena tadi kalau alvaro tidak salah dengar stella memanggil nya dengan sebutan ‘sayang’


Dengan hati yang senang, alvaro membawa semua belanjaan dua wanita yang amat ia sayangi.


Stella meletakan bahan-bahan memasak diatas meja membuat maria menghampiri stella dan membantu stella memasukan bahan-bahan masakan kedalam kulkas.


Stella memotong wartel tapi matanya menatap maria yang sedang serius memasak,


“auhh” ringis stella ketika pisau berhasil melukai jarinya, alvaro yang berada tidak jauh dari mereka langsung menghampiri stella dan memasukan tangan stella kedalam mulutnya.


“kau ini bisa berhati-hati atau tidak? Lihat ini jarimu terluka, cerobah sekali” ujar alvaro mengomel sementara stella hanya mengedip-ngedipkan matanya, ia tidak bisa berkata-kata.


Maria memperhatikan mereka stella dan alvaro, apa yang sebenarnya tidak dia ketahui disini.


“ini hanya tergores saja, tidak sakit sumpah”


“tergores katamu! Kalau infeksi bagaimana. ROBERT MANA OBAT MERAHNYA!” teriak alvaro marah, stella jadi meringis mendengarnya


“kau obati stella, biar mami yang melanjutkan memasaknya” ujar maria menengahi.


“tanpa mami pinta sekalipun aku akan membawa stella keluar dari dapur” bukan stella yang menjawab melainkan alvaro.


“tapi mi, sungguh ini hanya luka kecil”


“berhenti sekarang atau aku potong jarimu sekalin” ujar alvaro mengancam stella, maria memberi kode pada stella agar mengikuti alvaro. Stella menghela nafas lalu mengikuti alvaro untuk mengobati lukannya.


Stella diam saja ketika alvaro memasang handiplast dijarinya, karena menolak pun percuma karena alvaro lebih keras kepala dibanding dirinya.


Maria telah selesai memasak dan stella langsung berdiri membantu maria menyiapkan makanan kemeja makan.


Semua anggota keluarga sudah ada diruang makan, kakek, nenek, maria, alvaro, danni dan kedua orang tua danni.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....