
Bab 101
Bunga dan keluarga sedang berduka cita atas meninggalnya sopia, pagi-pagi sekali bunga mendapat kabar dari penjara tempat ibunya kalau sopia meninggal bunuh diri.
Bunga tahu ibunya jahat tapi sopia tetap lah ibu yang telah membesarkan dirinya seorang diri, ibunya yang kuat dan tegar. Sopia bahkan banting tulang untuk kehidupan mereka.
Bunga tidak bisa membendung tangisnya ia merasa sangat kehilangan ibunya, bunga masih berharap sekrang ini adalah mimpi. Mimpi buruk yang membuat bunga ingin cepat bangun dari tidurnya.
Velle pun begitu, ia menangis tentu saja. Dari yang diketahui sopia sangat menyanyangi velle walaupun itu sangat berlebihan tapi velle tetap tidak mau kehilangan sopia, omanya.
Stella ditemani oleh alvaro dan maria juga datang, stella sangat membenci sopia karena sopia sangat jahat padanya dan suka membedakan anatara dirinya dan velle, tapi karena itu stella bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Stella juga telah memaafkan semua kesalahan sopia atas yang telah dilakukan sopia terhadapnya.
Bram pria itu menenangkan velle karena putrinya itu orang yang sangat terpukul atas meninggalnya sopia.
Bambam masuk dengan pakaian serba hitamnya, ketika mendengar kabar ibu bunga meninggal dunia ia langsung pulang dari rumah sakit untuk mengganti pakaiannya.
Bambam menghampiri bunga dan langsung memeluknya,
“dia, dia sangat jahat bam. Mama meninggalkan aku tanpa izin dariku” ujarnya menumpahkan tangis nya didada bambam,
Bambam tidak menanggapi apa yang bunga katakan, karena kalau ia lakukann bunga akan melepaskan pelukannya. Jadi bambam mendengarkan semua apa yang dikatakan bunga.
Sementara itu empat pasang mata menatap bunga dan bambam tidak suka, mereka adalah maria dan juga bram.
Pemakaman sopia berjalan dengan lancar, bunga terus ditemani oleh bambam karena memang hanya bambam orang yang sangat mengenal bunga karena mereka ada tetangga sekaligus sahabat dari kecil.
Dan jangan lupakan satu hal mereka sama-sama sudah menikah, untung saja istri bambam membiarkannya. Karena kalau istri bambam berada diposisi bunga pasti ia akan nyaman bersama orang yang telah mengenal nya selama seumur hidupnya.
Stella memeluk bunga, mereka sekarang sedang duduk disofa. Pandangan bunga kosong dan itu membuat stella sangat khawatir.
“kau tidak pulang sayang?” tanya bunga ketika sadar stella memeluk dirinya, stella tersenyum mana bisa ia pulang sekarang sedangkan bundanya sedang sedih.
“tidak sayang, kau harus pulang dan menjaga kesehatanmu” ujar bunga masih memikirkan stella,
“bun, rumah stella disini biarkan stella tinggal semalam”
Bunga tidak bisa berkata-kata ia menganggukan kepala dan memeluk stella sayang,
“alvaro!” panggil bunga pada alvaro yang duduk didepan mereka,
“iya bun”
“tolong kau ajak stella istirahat, tampaknya ia sangat kelelahan” ujar bunga menganggukan kepala lalu mengajak stella untuk beristirahat.
Stella duduk diatas ranjangnya, ini adalah rumahnya yang banyak sekali kenangan kenapa ia merasa jauh dari rumah nya sendiri.
“memikirkan apa em?” tanya alvaro,
“tidak ada, ayo tidur” jawab stella menggelengkan kepalanya dan mengajak alvaro tidur,
Alvaro tidur dengan memeluk stella, alvaro merasa ada yang aneh antara maminya, bunda, dan juga paman bambam.
Alvaro menggelenglan kepalanya, itu bukan urusannya. Alvaro memejamkan matanya lalu ikut tidur bersama stella.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....