Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 9



Bab 9


Setelah pulang dari makan malam bersama ibunya, alvaro membawa 4 wanita masuk kedalam apartemennya. Stella yang keluar kamar karena haus hanya geleng-geleng kepala. Mereka bersenang-senang diruang tamu dan sangat berisik. Mereka minum-minum bersama. Ck, stella sangat membenci pria peminum.


Stella melewati alvaro begitu saja setelah minum ia masuk lagi kekamarnya. Stella menutup telinganya dengan bantal karena suara musik yang berisik.


Alvaro menatap datar pintu kamar stella, ia sama sekali belum mabuk. Keempat wanita yang ia bawa sudah tepar ditempat. Setelah lama menatap kamar stella, alvaro masuk kedalam kamarnya meninggalkan keempat wanita yang ia bawa.


Stella bangun pukul lima subuh dan ia tidak menemukan alvaro dengan wanita-wanita yang ia bawa, setelah hanya menemukan cleaning servic yang datang tiap setiap jam lima subuh untuk membersihkan apartemen ini.


‘mungkin sudah pulang’


“terima kasih bu” ujar stella setelah pembersih itu selesai membersihkan apartemenya.


“sama-sama non, saya permisi”


Stella masuk kedalam kamar alvaro karena pakainnya masih ada disana, mau memindahkan pakainya kekamarnya ia tidak sempat karena minggu ini pekerjaanya sangat banyak dan stella akan sering lembur.


Stella mengambil pakaiannya seperlunya, untuk kerja dan piyamanya pulang kerja nanti.


**


Alvaro sampai dikantor pukul 10 pagi, tidak masalah baginya ingin berangkat kerja jam berapa pun karena he is boss.


Alvaro meletakan tas kerjanya diatas meja dan jasnya dikursi kebesarannya. Alvaro mulai bekerja, ia membereskan berkas-berkas diatas mejanya. Alvaro menemukan jam tangannya diantara berkas-berkas. Ck, alvaro mengutuk dirinya bagaimana bisa ia kelepasan menuduh stella. Ia memang pria ceroboh. Alvaro menggelengkan kepalanya, biarkan saja pikirnya. Bukan urusannya jika wanita itu sakit hati atau tidak.


Alvaro melanjutkan pekerjaanya.


Sementara dikantornya, stella dimarah habis-habisan oleh ketua timnya karena penyutingannya ada kesalahan.


Stella ingin sekali berteriak ke mia karena memarahinya, dia pikir menyuting teks yang letak kesalahan sangat banyak itu mudah? Hanya menerima jadinya saja sudah sok-sokan.


Tapi stella lebih memilih diam mendengarkan, day yang melihat stella dimarahi diam saja ditempatnya. Day sudah lama ingin mengangkat stella menjadi ketua tim tapi wanita keras kepala itu menolak. Jadi sekarang ia hanya bisa melihat stella dimarahi tanpa bisa membantu.


**


Velle pulang kerumahnya dengan santai membuat darah bram mendidih seketika.


“KAU DARI MANA! HAH! BAGAIMANA BISA KAU KABUR DIHARI PERNIKAHANMU!”


“yah, sudah jangan marah-marah. Nanti darah tinggi ayah kumat” ujar bunga menenangkan suaminya.


“yang pentingkan velle pulang, perusahaan ayah terslamatkan”


Bram mengacak-acak rambutnya kesal lalu meninggalkan kedua wanita yang amat ia sayangi.


“bun, maaf” ujar velle memeluk bunga erat.


“tidak apa-apa sayang, bagiamana kabar nathan?”


“makasih bun, nathan baik bun. Kabar gembira bun tahun depan velle bakal menikah dengan nathan”


“selamat sayang, akhirnya kamu menikah dengan orang yang benar-benar kamu sayangi”


“velle masuk kekamar dulu bun mau siap-siap, velle mau pergi sama nathan”


“iya sayang”


Velle bersiap-siap ia akan makan malam bersama dengan nathan kekasihnya. Ada hikmah dari perencanaan pernikahannya dengan alvaro. Nathan kekasih nya akhirnya melamarnya di paris.


Velle sangat senang karena itu, dihari pernikahannya ia dibawa kabur oleh nathan. Dan velle sangat mensyukuri itu. Nathan adalah masa depan yang cerah yang sayang untuk dilewatkan. Velle sangat menyanyangi nathan begitu juga sebaliknya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.