
Bab 110
Bunga dan maria bertemu ditaman belakang kediaman utomo dan itu karena stella. Stella sengaja meminta bunda dan maminya untuk datang taman belakang, karena stella ingin melihat bunda dan maminya berdamai dimasa lalu setidaknya walaupun mereka tidak berdamai tapo mereka tidak berada diposisi canggung saat bertemu.
“kau?”
“kau?
Ujar maria dan bunga secara bersamaan, maria bahkan berdiri dari duduknya.
“aku kira stella ada disini, maafkan aku. Aku permisi” ujar bunga berpamitan,
“tunggu!” ujar maria membuat langkah bunga terhenti,
“aku juga diminta stella kemari” lanjut maria membuat bunga berbalik menghadap maria, ia menghela nafas putrinya segaja mempertemukannya dengan maria,
Maria berpendapat demikian, ia tahu stella sengaja melakukan ini karena melihat bunga.
“duduklah” ujar maria canggung, bunga ikut menganggukan kepalanya dengan canggung dan duduk didepan maria.
Tidak ada diantara mereka yang membuka suara, hanya ada kesunyian diantara mereka. Kurang lebih 1 jam tapi masih tidak ada yang berusaha membuka suara.
Maria dan bunga sama-sama menghela nafas dalam-dalam,
“belikan aku coklat”
“belikan aku coklat”
Ujar mereka berbarengan membuat kedua nya tanpa sadar tertawa, mereka bahkan tertawa sambil menangis.
Beginilah persahabatan mereka dulu, tidak ada kata maaf dan terima kasih. Hanya ada ‘belikan aku coklat’ sebagai ucapan maaf dan rasa bersalah. Walaupun persahabatan mereka dimulai dengan tidak mengenakan tapi didalam hati maria ia sangat menyesal karena telah kehilangan sahabatnya. Begitu pun dengan bunga, ia sama bunga juga kehilangan maria untuk waktu yang lama.
Bunga berdiri dan langsung memeluk maria, tanpa sadar mereka menangis bersama.
Bunga dan maria menghapus air mata dari masing-masing mereka,
“mari lupakan yang lalu dan memulai yang baru” ujar maria membuat bunga menganggukan kepala, lagi-lagi tanpa sadar air matanya jatuh lagi,
“mari lupakan semua” ujar bunga,
“kau benar, tapi kau tidak menyukai itu” jawab bunga baru menatap langit,
“kau tahu, aku hanya berbohong...”
“untuk merusak moodku” potong bunga membuat maria tertawa,
“kau benar” jawab maria disela tawanya,
Maria sudah berhentu tertawa ia menatap bunga, sahabatnya ini sama sekali tidak berubah sama sekali. Masih canti seperti dulu, maria bahkan sangat iri pada bunga yang masih sama persis seperti mereka muda dulu.
“kenapa kau makin cantik sekali, aku iri sekali padamu” ujar maria membuat bunga cemberut,
“kau menghinaku ya, kau lihat ini lemak diwajahku. Aku bertambah jelek saja”
“tidak. Tidak, kau cantik sekali”
“ah, benarkah?”
“hm”
Sekarang gantian bunga yang menatap maria,
“sudah saatnya kau harus bahagia, aku akan melepas bram yang selalu mencintaimu. Maafkan aku karena baru sekarang melepaskan bram” ujar bunga membuat maria menoleh kearahnya,
“kenapa? Kalian sudah menikah, jadi kalian harus terus bersama” jawab maria tersenyum lembut,
“karena dia hanya mencintaimu,”
“tidak, dia tidak mencintaiku. Ah, sudahlah jangan dibahas lagi, mari kita bahas masa depan kita yang cerah”
“baiklah,” jawab bunga, ia menatap maria. Ia sudah berjanji akan melepaskan bram, sebenarnya sudah sejak lama hanya saja bunga terlalu egois pada dirinya. Sekarang sudah saat nya ia menyerahkan bram kembali pada maria.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....