Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 144



Bab 144


Pagi-pagi sekali Rachel sudah menangis karena giginya sakit, Stella dengan cekatan memberikan obat pereda sakit untuk Rachel. Namun Rachel ya Rachel putrinya yang cengeng dan terus menangis membuat Stella dan Alvaro bergantian membuat Putri mereka diam. Butuh waktu dua jam membuat Rachel diam, tentu saja sekarang Rachel kembali tidur.


Siang harinya Alvaro serta anak istrinya berbelanja di mall untuk memenuhi kebutuhan mereka karena kemarin semua pekerja dirumah libur karena sebentar lagi hari raya. Alvaro serta Stella tidak masalah toh para pekerja juga berhak liburan untuk bertemu keluarga mereka.


Alvaro mendorong keranjang Stella berjalan disebelah Alvaro sedangkan Rachel dia tentu saja didalam keranjang yang didorong oleh Alvaro.


“sayang beli bahan-bahan untuk membuat cup cake kesukaan Achel juga ya” ujar Alvaro membuat Stella menganggukan kepalanya dan mengarahkan Alvaro untuk membawa keranjang.


“belok kiri sayang” Alvaro menganggukan kepalanya lalu membelokan keranjangnya.


Stella mengambil bahan-bahan untuk membuat cup cake keju kesukaan putri mereka, setelah memilih bahan-bahan kue Stella mengambil bahan-bahan dapur untuk seminggu kedepan. Seminggu selama para pekerja akan kembali lagi dan kembali bekerja.


“papa turun!” pinta Rachel sambil merentangkan kedua tangannya meminta diturunkan dari keranjang.


Alvaro menggendong Rachel dan menurunkannya, Rachel yang turun langsung memegang tangan Alvaro.


“bial Achel ga ilang papa” ujar Rachel membuat Alvaro mengangguk tersenyum lalu mengacak rambut putrinya karena gemas.


“anak nya siapa em, pintar sekali” tanya Alvaro gemas.


“anak mama” jawab Rachel membuat Stella tertawa karena Alvaro sudah cemberut karena jawaban dari Rachel putrinya.


“anak papa juga” lanjut Rachel memeluk kaki panjang Alvaro. Senyum Alvaro kembali terbit lalu mengajak anak dan istrinya kembali berkeliling.


“sudah selesai sayang?” tanya Alvaro ketika Stella mengajak Alvaro untuk membayar.


“sudah”


“tidak ada yang mau dibeli lagi?” tanya Alvaro lagi dan lebih menyekinkan Stella.


“iya sayangku” jawab Stella gemas sendiri.


“baiklah,”


Stella dan Alvaro sudah sampai dikasir tapi mereka melupakan Rachel yang masih tertinggal sambil melihat permen lolipop yang sedang promo.


Alvaro melihat kesamping kiri dan kanan dan tidak menemukan Rachel, Alvaro mengajak Stella untuk mencari Rachel dan meninggalkan belanjaan mereka didepan kasir.


“astaga sayang!” ujar Alvaro berjongkok menghadap putrinya. Stella menghela nafas lega karena putri mereka sudah ditemukan.


“kenapa pa?” tanya Rachel bingung.


“kenapa melepas tangan papa em?” tanya Alvaro membuat Rachel menunjuk lolipop yang sedang promo.


“Achel mau itu pa!” pinta Rachel dengan mata berbinar.


Alvaro menatap Stella, Stella langsung menggelengkan kepalanya. pasalnya putri mereka itu pagi tadi baru saja menangis karena sakit gigi dan sekarang ingin permen? Yang benar saja, tentu saja Stella tidak mengizinkannya.


“tidak boleh sayang, kan tadi sakit gigi nanti kalau sakit lagi memangnya Achel mau?” tanya Stella membuat mata Rachel berkaca-kaca. Stella menggelengkan kepalanya,


“jangan berdrama sayang” ujar Stella mewanti-wanti Rachel agar tidak berdrama. Alvaro? Pria itu tidak bisa berbuat apa-apa benar yang dikatakan istrinya.


Tidak lama kemudian Rachel langsung tidur dilantai menangis sambil guling-guling, Stella menepuk keningnya karena putrinya melakukan drama.


“Achel Cuma mau permen mama, mau permeh. Hiks..hikss.. pokoknya Achel mau permen ga mau tau,, hikssss”


Alvaro dengan cepat mengangkat putrinya lalu mengambil beberapa lolipop,


“ini cukup?” tanya Alvaro membuat Rachel berhenti menangis dan menganggukan kepala.


“iya papa”


“bagus, sekarang kita pulang”


Stella menyisir rambutnya lalu mengikuti suami dan anak nya dari belakang, putrinya itu keturunan siapa jadi ratu drama?


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian(


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....