Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 113



Bab 113


Bunga dan maria sudah selesai membuat kue keju kesukaan stella, sudah banyak yang mereka lalui untuk membuat kue keju itu.


Sekarang bunga, maria dan stella duduk didepan televisi sambil menikmati kue keju.


“bun, mi?”


“iya?”


“iya?”


Jawab maria bersamaan, membuat stella menatap satu persatu mereka.


“kenapa stella tidak seperti june ya?” tanya stella membuat kedua nya mengerutkan kening mereka,


“memangnya ada apa dengan june?” tanya maria,


“stella bingung saja, stella tidak pernah mengidam yang aneh-aneh seperti juna. Kenapa begitu mam, bun?”


“contohnya yang seperti apa sayang?” tanya bunga yang mengerti maksud dari putri nya,


“contohnya, stella tidak setiap hari mengidam makanan yang sangat ingin stella makan. Stella juga tidak pernah mengidam untuk membuat alvaro melakukan hal lucu seperti yang day lakukan ketika june sedang mengidam” jelas stella membuat maria dan bunga sama-sama menganggukan kepalanya mengerti,


Stella benar selama ia hamil, stella tidak pernah meminta alvaro untuk melakukan hal aneh untuk alvaro karena mengidam padahal stella sangat menantikan hal itu.


Selama ini seingat stella ia hanya sangat menginginkan makanan yang sangat sangat ia inginkan itu jarang sekali, stella bahkan tidak mengidam mangga muda.


Ada ide jahil dikepalanya sekarang tapi ia ingin meminta pendapat bunda dan maminya sekarang,


“mam, bun, gimana kau kita kerjain alvaro” ujar stella mengutarakan idenya,


“memangnya apa idemu sayang?” tanya maria membuat senyum stella mengembang, maria dan bunga tidak sabaran mendengar ide apa yang akan stella berikan.


“apa sayang?”tanya bunga penasaran,


“gimana kalau kita suruh alvaro buat pakai piama pink” ujar stella membuat maria menggelengkan kepalanya, stella dan bunga menatap maria meminta penjelasan.


“lalu bagaimana caranya?” tanya bunga,


“kita tetap menyuruh alvaro memakai piyama pink lalu memakai bando pink juga sendal bulu bewarna pink” jelas maria membuat keduanya menganggukan kepala kompak,


“ah, bagaimana kalau kita suruh saja dia berbelanja ke mini market” ujar bunga memberikan usul


“setuju,”


“setuju bun, bagaimana untuk memastikannya kita melakukan vidio call” ujar stella membuat kedua nya menganggukan kepala, ide stella sangat-sangat berlian sekali.


“baiklah, sekarang kita tunggu alvaro pulang” ujar maria membuat keduanya menganggukan kepala.


Stella menikmati kue kejunya sambil menonton televisi dan menunggu alvaro pulang.


Sedangkan masih dipanti asuhan alvaro berpamitan pulang pada pemilik panti setelah memberikan sumbangannya.


Sekarang sudah waktunya bagi alvaro untuk pulang dan menemui istri tercintanya stella. Alvaro melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena hari ini adalah hari santai baginya, dan selama perjalanan ada perasaan jika ia tidak ingin pulang. Tapi alvaro menggelengkan kepalanya, kenapa dia harus tidak pulang. Alvaro tidak ada tujuan lain selain pulang kerumah kediaman utomo belum lagi istrinya sekarang ada disana. Masa iya alvaro tidak pulang.


Alvaro sampai rumah yang langsung disambut oleh stella dengan senyuman lebar,


“selamat pulang sayang” ujar stella menghampiri alvaro lalu mencium pipi alvaro sayang,


“ada apa ini em?”tanya alvaro terkekeh senang,


“aku ada permintaan untukmu” ujar stella mengeluarkan jurusnya dan menatap alvaro dalam, didepan televisi bunga dan maria menahan tawanya.


“apa itu sayang?”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....