
Bab 138
Pagi-pagi sekali Stella membangunkan Alvaro tapi yang dibangunkan tidak bangun-bangun dari tidurnya membuat Stella sedikit kesal pada suaminya ini. Malam tadi Alvaro minta dibangunkan pagi sekali karena ia ada meeting dengan klien penting.
“sayang bangun, ih katanya ada meeting!” ujar Stella sambil menarik-narik tangan Alvaro yang kekar. Alvaro mendengar istrinya membangunkannya hanya saja Alvaro masih sangat mengantuk jadi lah Alvaro yang manarik Stella dan membawanya kedalam pelukannya.
Stella memutar bola matanya dengan malas, ia memukul-mukul dada bidang milik suaminya.
“sayang, ini masih terlalu pagi, sebentar lagi ya” ujar Alvaro mengambil tangan Stella dan meletakannya kepinggangnya.
Stella akhirnya menganggukan kepalanya lalu mulai melemaskan badannya didalam pelukan Alvaro. Alvaro mengembangkan senyum nya lalu kembali memejamkan matanya.
Andrea tidak tidur lagi, ia hanya memeluk Alvaro karena Stella sudah tidak mengantuk lagi. 10 menit tapi Alvaro belum juga bangun dari tidurnya, Stella menghela nafas lalu bangkit dari tidurnya melepaskan pelukan Alvaro.
“mau kemana sayang?” tanya Alvaro serak karena ia kehilangan kehangatannya. Stella menghentikan langkah kaki nya lalu menghadap Alvaro.
“mau mandi” jawab Stella membuat Alvaro langsung membuka matanya dan bangkit dari tidurnya, Stella hanya geleng-geleng kepalanya.
“mandi bersama sayang” ujar Alvaro sambil merangkul Stella lalu berjalan kekamar mandi bersama. Stella hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah suaminya. Giliran mandi berdua saja langsung bangun dengan semangat 45.
Seperti dugaan Stella mandi berdua bukanlah membuat cepat tapi membuat lambat, ada kegiatan 21++ disela-sela mandi sehingga waktu mandi bertambah lebih lama. Kegiatan 21+ yang hanya Alvaro dan Stella yang melakukannya dan disaksikan oleh benda-benda mati didalam kamar mandi.
“sayang dasi yang biru-biru hijau itu dimana ya?” tanya Alvaro sambil memasang kemejanya.
“yang mana?” tanya Stella bingung, lihatlah sekarang bahkan suaminya kucar-kacir karena hampir terlambat. Salah siapa? tentu saja salah Alvaro yang malas.
“hadiah darimu sayang” jawab Alvaro membuat Stella menganggukan kepalanya dan mencari dasi yang diinginkan Alvaro.
“kaos kaki yang coklat dimana sayang?”
“yang lain kan ada” jawab Stella masih mencari dasi yang diingin kan oleh Alvaro.
“aku mau pakai yang itu sayang, kaos kaki coklat itu pilihan Achel” jawab Alvaro membuat Stella memejamkan matanya sebentar. Suami dan anaknya sama saja, ada yang lebih mudah malah mencari yang susah.
“pakai ini dulu” ujar Stella memasangkan dasi keleher Alvaro
“kaos kakinya sayang?”
“pakai dasi sendiri biar aku cari” jawab Stella langsung membuat Alvaro menggelengkan kepalanya.
“pakai kan dasinya dulu” ujar Alvaro manja, mengurus suaminya sama saja seperti mengurus putrinya. Hanya saja bentuk mereka berbeda, Alvaro adalah bayi besar yang keras kepala dan manja.
Stella sudah selesai memakai kan Alvaro dasi lalu mencari kaos kaki yang diingin kan oleh Alvaro, tidak butuh waktu satu menit Stella sudah menemukan kaos kaki coklat lalu memberikannya pada Alvaro/
Alvaro tersenyum pada wanitanya karena mencari kaos kakinya lebih cepat dari pada dirinya.
“MAMA KAOS KAKI ACHEL YANG WALNANYA PINK GA ADA!” teriak Rachel menerobos masuk kedalam kamar dengan kaos kaki sebelah yang sudah terpasang dikakinya.
Stella menghela nafas lalu menghampiri putrinya,
“kita cari sama-sama ya sayang”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....