Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 17



Bab 17


Alvaro dan stella semakin dekat saja, sekarang mereka sedang menonton bioskop bersama katakan lah sekarang mereka kencan, atau apalah yang pasti mereka jalan bersama.


“filmnya membosan kan sekali” komentar stella membuat alvaro menganggukan kepala, setuju dengan stella.


“lain kali jangan ajak aku menonton lagi, tapi kalau nonton kdrama jangan lupa ajak aku hehe” ujar stella membuat alvaro mengacak gemas rambut stella.


“hei, rambutku kusut” ujar stella merapikan poninya.


“mau makan apa?” tanya alvaro membuat stella berpikir detik kemudian stella menggelengkan kepalanya.


“bagaimana makan dirumah aku yang memasak”


“not bad” jawab alvaro membuat stella tersenyum senang.


“sekarang ayo kita belanja”


“oke”


Alvaro dan stella masuk kepusat pembelanjaan, alvaro mendorong keranjang sementara stella memilah bahan masakan yang akan ia masak nanti.


“stel, lihat ini” ujar alvaro menunjuk diskon 10%, mata stella langsung membelak dan mengambil minyak sayur yang diskon.


“kalau kau melihat yang seperti ini langsung masukan saja kedalam keranjang”


“oke”


Setelah berbelanja mereka langsung pulang keapartemen.


“kau mandi saja dulu, masalah memasak biar aku yang urus” ujar stella membuat alvaro mengangkat jempolnya.


“aku serahkan padamu, aku percaya kau”


“terima kasih” jawab stella seperti merasa tersanjung.


Sementara alvaro mandi stella memasak dengan sepenuh hati.


“sudah selesai masak nya?” tanya alvaro mengagetkan stella,


“sebentar lagi, mau kopi?”


“kau masak saja, biar aku buat sendiri”


Alvaro membuat kopi sambil menatap stella, ada perasaan hangat dihatinya. Saking fokusnya alvaro menatap stella, alvaro tidak sadar kalau air panas digelasnya sudah penuh.


Prang..


“au, panas. Panas” alvaro berteriak kencang sambil menjauh dari pecahan gelas, ia memegangi tangannya yang tidak sengaja terkena air panas. Stella yang melihat itu langsung berlari kearah alvaro.


“mangkanya hati-hati, beginikan jadinya” ujar stella sambil meniup tangan alvaro.


“kau tunggu sebentar, aku ambil saleb”


Alvaro menganggukan kepala lalu duduk dikursi makan.


Tak lama kemudian stella datang dengan saleb ditangannya,


“kemarikan tanganmu” karena alvaro lama, stella dengan gemas mengambil tangan alvaro dan mengolesi saleb ketangan alvaro yang terkena air panas.


“kalau dibiarkan, melupuhnya akan bertambah parah” ujar stella lembut membuat tanpa sadar alvaro tersenyum.


Setelah mengoleskan saleb stella membersihkan pecahan gelas dilantai,


“jangan!” teriak alvaro membuat stella bingung


“kenapa?”


Stella memutar bola matanya,


“biar aku saja” alvaro tidak bisa berkata-kata, ia hanya menatap stella yang membersihkan pecahan gelasnya.


Stella membuang pecahan kaca ditempat sampah, lalu mencuci tangannya dan melanjutkan masakannya yang hampir selesai.


Stella meletakan masakan diatas meja makan


,


“sudah boleh makan?”


Stella menggelengkan kepalanya,


“tidak boleh” katanya membuat alvaro menatap horor stella.


“bercanda, makan lah”


“terima kasih atas masakannya”


“wah, masakanmu sangat enak”


“aku tau itu”


“sombong sekali, tapi aku maafkan karena memang masakanmu lezat”


Stella tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya,


“besok kuantar kekantor ya”


“tidak al, kantorku dan kantormu berlawanan arah” tolak stella


.


“aku tidak masalah datang terlambat”


“tidak”


“ayolah, sekali saja”


“baiklah”


“begitu kan lebih baik, ah iya besok bisa tolong pilihkan aku setelan kerja



“hah?’’


“besok aku ada pertemuan penting, tapi aku tidak tau setelan apa yang akan aku pakai”


“baiklah”


“sekali lagi terima kasih”


“sekali lagi sama-sama”


“hahahaaa”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc