
Bab 25
Stella pulang kerja lebih cepat karena pekerjaannya sudah diwakilkan oleh mia, mia yang manawarkan diri jadi stella membiarkannya. Hitung-hitung ia bisa tidur dirumah.
Diana memerintahkan dua orang pelayan untuk mengambil tas dan juga rompi kerja stella, stella yang awalnya kaget menyerahkan tas dan juga rompinya. Stella tidak menuju kekamarnya karena ia terlalu mager jadi lah ia tidur disofa panjang ruang tamu sambil menghidupkan televisi.
“saya akan menyiapkan air hangat untuk nyonya”
“tidak terima kasih, aku mau mandi air dingin saja” jawab stella tanpa membuka matanya.
“ya tuhan nyonya, hidung anda mengeluarkan darah!” pekik pelayan itu membuat stella dengan malas membuka matanya.
“saya akan menelpon dokter” ujar diana membuat stella menghentikannya.
“aku tidak apa-apa, ambilkan tisu saja”
“tapi nyonya..”
“aku hanya kecapean, tidur saja cukup”
Diana menganggukan kepalanya, tapi ia juga khawatir.
Setelah selesai membersihkan hidungnya stella langsung memejamkan matanya dan tidur disofa dengan televisi menyala.
-
“sudah berapa lama dia tertidur?” tanya alvaro ketika pulang pukul 9 malam.
“kurang lebih 7 jam tuan,” jawab diana membuat alvaro membelak tidak percaya.
“kau yakin?” tanya alvaro tidak percaya.
“iya tuan, ada yang mau saya beri tahu tuan”
“tadi nyonya mimisan darahnya begitu banyak, nyonya stella tidak mau dibawa kerumah sakit”
“telpon angel, suruh dia kamari! Kalau ada apa-apa dengan stella bagaimana?”
“nyonya melarang tuan,”
Alvaro menghela nafas kasar, alvaro tau sikap keras kepala itu.
“kau kembali lah beristirahat”
“saya permisi tuan”
Alvaro menatap stella tidak percaya, bagaimana wanita dihadapannya sekarang bisa tertidur selama itu. Dengan perlahan alvaro mengangkat stella kekamar mereka.
Alvaro meletakan pelan-pelan stella keatas kasur, ia tidak mau stella terbangun. Saat ingin memasangkan selimut alvaro mendapat cobaan berat karena dua kancing kemeja stella terbuka. Alvaro tidak bisa menahan lagi ketika melihat mulut stella terbuka sedikit, dan itu sangat menggoda alvaro.
Alvaro tidur disamping stella dan mulai mencumbu bibir lembut stella, rasa bibir stella seperti candu bagi alvaro ia bahkan tidak bisa menghentikan aksinya.
Stella bangun dari tidurnya karena ia seperti sedang bermimpi sedang bercumbu dengan alvaro. Alvaro yang sadar stella bangun dari tidurnya langsung membungkam bibir stella dan mulutnya. Stella yang diserang secara mendadak langsung membalas cumbuan dari alvaro.
Seolah mendapat kartu hijau, alvaro langsung melucuti bajunya dan juga pakaian stella sebelum stella sadar sepenuhnya.
skipppp.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
Tbc