Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 49



bab 49


Mereka telah selesai makan bersama, dan alvaro langsung kembali kekantornya karena ada pekerjaan penting.


“aku pergi” pamit alvaro mencium sekilas bibir stella, para wanita rekan stella menjerit iri ketika melihat stella dicium oleh alvaro.


“hm, hati-hati” jawab stella melambaikan tangan. Setelah mobil alvaro menghilang stella langsung masuk kembali kekantornya.


“siapa?” tanya mia membuat stella menoleh kearah mia.


“suamiku” jawab stella jujur membuat mia tidak percaya.


“ais, takut sakali pria mu diambil orang sampai mengakan dia suamimu” jawab mia memberikan berkas pada stella, stella hanya mengangkat kedua bahunya. Dia menjawab jujur, orang saja yang tidak percaya. Stella sebenarnya benci jadi pusat perhatian tapi karena alvaro ia jadi menyukainya. Stella senang karena ia menjadi seperti wanita yang beruntung walaupun tidak, tapi setidaknya itu cukup untuk stella.


Sepulang bekerja stella langsung mandi dan duduk didepan televisi ia menonton drakor bersama sekar, ya sekarang sekar juga menjadi temannya selain sekar juga menyukai drama korea sekar juga orang yang nyambung jika diajak bicara.


Stella langsung menghampiri alvaro ketika pria itu pulang, stella mengambil tas kerja alvaro dan memberikannya pada diana.


“sayang” ujar alvaro mencium kening stella sayang,


“mau aku siapkan air hangat?” tawar stella membuat alvaro menganggukan kepala, stella tersenyum dan masuk kekamar lebih dulu dan menyiapakan air hangat untuk alvaro.


“mandilah, setelah itu kita makan bersama”


“hm sayang” jawab alvaro tersenyum.


“hei! Kenapa buka bajumu disini?” tanya stella ketika alvaro melepaskan semua pakaiannya dihadapannya membuat stella langsung menutup matanya, sedikit-sedikit ia membuka matanya untuk mengintip mengamati maha karya Tuhan.


“mandi bersama sayang?” ujar alvaro sambil mengedipkan sebelah matanya membuat stella langsung menggelengkan kepala lalu keluar dari kamar.


Stella memegangi dadanya, ‘memalukan sekali’ ujarnya pada dirinya sendiri, sekarang wajahnya pasti sudah memerah.


Stella menghela nafas lalu membantu sekar dan diana menyiapkan makanan diatas meja, diana dan sekar sudah melarang stella namun stella tidak peduli.


Stella menunggu alvaro selesai mandi baru ia makan, semua makanan sudah tersaji dimeja makan membuat stella sudah mengiler. Ia lapar sekali, tidak tepatnya stella selalu lapar.


Stella tersenyum ketika alvaro duduk disebelahnya, ia langsung mengambilkan alvaro nasi.


“terima kasih” ujar alvaro tersenyum


“hm” jawab stella lalu mengambil nasi untuknya sendiri.


Mereka makan dengan lahap, tidak hanya stella makan sangat lahap. Alvaro hanya makan sekedarnya saja dan sisanya menatap stella makan. Bagaimana bisa stella makan tanpa berpikir dua kali, maksud alvaro bukan melarang stella makan. Tapi, biasa nya wanita akan sangat menjaga pola makannya karena takut gendut seperti clara, wanita itu hanya makan buah dan sayuran. Bisa dibilang clara tidak pernah makan nasi karena takut membuat berat badannya naik.


“kenyangnya” ujar stella sambil mengelus perutnnya yang sudah agak membuncit. Alvaro hanya tersenyum menatapnya.


Stella menemani alvaro melanjutkan pekerjaannya yang dibawa kerumah, sebenarnya alvaro memang sengaja membawa pekejaanya kerumah karena tidak mau lembur dikantor, ia tidak bisa bertemu dan makan malam bersama jika alvaro lembur dikantor.


Stella membaca buku diruang kerja alvaro, karena ia tidak tau harus membantu alvaro apa. Selain tidak mengerti stella juga tidak mau mengerti.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....