
bab 30
stella main kerumah nadia karena ia sudah merindukan wanita paruh baya itu, stella juga ingin bertemu dengan june. Ia ingin melihat sendiri bagaimana keseruan wanita mengidam.
“kau sungguh tidak mengidam sesuatu?” tanya stella mencoba memastikan, june menggelengkan kepalanya.
“coba kau pikirkan baik-baik, pasti ada yang kau inginkan. Katakan?” ujar stella lagi membuat june tersenyum canggung. Nadia hanya geleng-geleng kepala.
“sayang, memangnya mau ngidam sesuatu harus direncanakan” ujar nadia lembut lalu duduk disebelah stella.
“ais, tidak seru sekali” ujar stella mengeluh lalu menyenderkan diri pada nadia.
“mam,”
“hm”
“mam”
“hm”
“mama”
“mau ngomong apa em?” tanya nadia menegakan tubuh stella sehingga mereka berhadapan.
“tidak ada, stella hanya merindukan mama” ujar stella kembali memeluk nadia, nadia tau stella yang sudah ia anggap putrinya sendiri ini sedang ada masalah tapi dia tidak mau bercerita. Nadia mengelus sayang pundak stella, karena itu yang bisa ia lakukan. Memaksa stella bercerita tidak lah mungkin.
June melihat interaksi antara stella dan ibu mertuanya, mereka sangat dekat. mereka bukan ibu dan anak tapi mereka tampak seperti anak dan ibu. June dapat melihat bagaimana nadia memperlakukan stella, disaat seperti ini june merasa iri pada stella bukan hanya nadia yang memperlakukan stella dengan baik dan menganggapnya putri sendiri. Day, suaminya juga demikian. Jangan jauh-jauh ketika telponnya dan telpon nadia tidak diangkat oleh Day, namun dengan dua kali percobaan Day langsung mengangkat panggilan dari stella. Anak dan ibu itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama menyanyangi stella.
“ah. Stella punya ide” ujar stella langsung tegak dari duduknya membuat nadia dan june mengerutkan kening mereka.
“ide apa sayang?” tanya nadia membuat senyum stella melebar.
“bagaimana, kalau kau pura-pura mengidam. Aku sangat ingin melihat day menggunakan pakaian sexy dan memakai rambut palsu bewarna pink”
“ide bagus, mama juga mau melihatnya. June bagaimana denganmu?” tanya nadia meminta persetujuan akhir dari june.
“bagus, sebentar lagi day pulang. Mama sungguh tidak sabar”
“stella juga mam”
-
Day menatap june gugup, kali ini apa keinginan aneh dari june. Day sudah menyiapkan diri kalau permintaan dari june abstrak tidak masuk akal.
Nadia dan stella mereka berdua didapur, tidak ada yang mereka kerjakan hanya saja mereka didapur karena tidak mau membuat day curiga bahwa keiingan june adalah sandiwara.
“sekarang apa?” tanya day membuat june menerbitkan senyumnya.
“baby menginginkan ayahnya memakai pakaian mini dan sexy serta rambut palsu warna merah muda”
Day mengacak rambutnya frustasi, kemarin ia sudah melakukan ini tapi tidak dengan pakaian mini dan sexy. Ia jantan, mau dibawa kemana wajahnya nanti.
Day menatap june yang sudah menundukan kepala, day langsung menghampiri june dan mencoba menenangkan june yang akan menangis, mungkin sudah menangis day tidak tahu.
Day berpikir keras, kalau ia tidak melakukannya maka nanti anaknya akan ileran tapi kalau ia melakukannya sisi jantanya akan hilang.
“baiklah akan aku lakukan” putus day setelah berperang dengan batinnya.
Didapur stella dan nadia melakukan high five, mereka menahan tawa senang mereka agar tidak terdengar dengan day.
“benarkah?” tanya june memastikan
“hm”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.