
Bab 91
Setelah makan siang, stella baru teringat kalau ia harus menghubungi alvaro. Stella bahkan lupa meletakan piring kotor ketempatnya.
Stella mencari-cari ponselnya, ia sama sekali tidak bisa menemukan ponselnya dimana-mana. Stella kembali keluar dan mencari diana,
“di,”panggil stella membuat diana yang sedang mencuci piring langsung menghampiri stella,
“kenapa nya? Ada yang bisa saya bantu” tanyanya membuat stella menyengir kuda,
“boleh aku meminjam ponselmu, karena aku tidak bisa menemukan ponselku” ujar stella, diana mengangguk mengerti lalu memberikan ponselnya,
“aku pinjam sebentar di, nanti kalau sudah selesai aku kembalikan”
“iya nyonya,”
Stella masuk kembali kekamarnya dan menghubungi ponselnya, stella dapat mendengar deringan ponselnya diatar kasur. Tadi perasaan stella mencari disekitar kasurnya tapi ia sama sekali tidak menemukan ponselnya itu.
Stella tersenyum ketika mendapatkan ponselnya didalam selimut, kenapa tiba-tiba ada disana. Stella tidak tau, stella mengembalikan ponsel diana kepada orangnya.
“terima kasih di,” ujar stella memberikan ponsel diana
“sudah selesai nyonya?” tanya diana membuat stella menganggukan kepala,
Stella duduk disisi ranjang dan mulai menelpon alvaro, tersambung tapi alvaro tidak mengangkat panggilannya.
Satu kali, dua, tiga, empat dan entah kesekian kalinya stella menelpon tapi tetap saja tidak diangkat oleh alvaro dan panggilan stella berakhir dengan ‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diruang jangkauan’
Tes
Stella menghapus air matanya yang baru saja jatuh, kenapa ia menangis? kenapa sekarang stella merasa sedih.
Stella menangis ia merasa sekarang alvaro sedang marah padanya karena stella tidak mengangkat panggilan dari alvaro. Ini salahnya kalau saja ia tidak tertidur pasti alvaro tidak akan marah padanya, stella menyalahkan dirinya sendiri.
Sedangkan dikantor alvaro baru saja keluar dari ruang rapat, ia mengambil ponselnya yang sengaja ia silent karena ada klien penting tadi.
Alvaro memasukan kembali ponselnya kedalam saku jasnya karena ponselnya mati, alvaro masuk kedalam kantornya dan bersiap diri untuk pulang. Baginya bekerja tidak perlu berlama-lama lagian pula ia sudah merindukan istrinya sekarang.
Diana langsung menghampiri alvaro dan mengambil alih tas kerja alvaro,
“nyonya ada dikamar tuan” jawab diana, alvaro langsung masuk kedalam kamar merka.
Alvaro menemukan stella sedang meringkuk diatas kasur sambil menangis, dengan cemas alvaro langsung menghampiri istrinya.
“sayang kau kenapa?” tanya alvaro hati-hati, alvaro jadi bertambah cemas ketika stella langsung duduk dan memeluknya,
“kau kenapa em?” tanya alvaro lembut sambil mengusap kepala stella sayang.
“maafkan aku” isak stella membuat alvaro bingung, maaf karena apa?
“memangnya apa salahmu em? Kau tidak salah sayang” jawab alvaro membuat stella mengangkat kepalanya menatap alvaro.
“kau marah padaku karena aku tidak menghubungikan”
Alvaro mengerutkan kening, ia sama sekali tidak marah.
“aku tidak marah padamu sayang” ujar alvaro mengerat kan pelukannya.
“tapi kau tidak mengangkat telpon dariku, kau bahkan mematikan ponselmu. Kau marahkan padaku”
Alvaro tersenyum ia paham sekarang, jadi tadi sewaktu alvaro sedang meeting dengan klien stella menelponnya sehingga ponselnya mati karena kehabisan batrei.
“sayang dengarkan aku, aku sama sekali tidak marah padamu tadi aku ada meeting dengan klien dan ponselku di silent dan mati. Aku yang minta maaf karena telah mengabaikanmu” ujar alvaro menghapus air mata stella.
“benarkah?”
“iya sayang, jadi kau jangan menangis ya” ujar alvaro lembut membuat stella tersenyum lega lalu kembali masuk kedalam pelukan alvaro.
“maafkan aku, aku jadi cengeng seperti ini.”
“tidak apa-apa sayang,”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....