
Bab 130
Jeamin, sean, dan rachel berada dikelas yang sama dan itu membuat rachel senang, walaupun sean suka menganggunya, jeamin suka mencueki nya rachel tetap saja senang setidaknya ada yang ia kenal dalam perkenalan masa tknya.
Mereka bertiga lahir ditahun yang sama dan berbeda bulan tapi sifat ketiganya sangat berbeda satu sama lain, tapi itu lah yang membuat mereka dekat satu sama lain.
“kalau sean pakai pensil achel, achel pakai apa? Achel Cuma bawa satu dari rumah” ujar rachel kesal karena pensilnya diambil paksa oleh sean.
“kotak pensil sean tinggal, sean pinjam sebentar ya” jawab sean membuat rachel kecil menghela nafas panjang.
“iya, tapi sebentar aja ya”
“oke achel”
Rachel menidurkan kepalanya diatas meja lalu memainkan tangannya bosan, rachel merilik sean yang duduk disebelahnya.
Jeamin melempar pensil dari meja depan dan itu mengenai kepala rachel, awalnya rachel ingin mengamuk pada jeamin karena melemparnya pada saat dia lagi badmood. Tapi, tidak jadi karena jeamin memberikan nya pensil.
“makasih jea ganteng, achel sayang jea” ujar rachel membuat sean langsung melirik jeamin kesal, sedangkan jeamin kembali fokus menyalin apa yang bu guru tulis dipapan tulis,
Sean mengembalikan lagi pensil yang ia pinjam pada rachel tanpa suara membuat rachel mengerutkan keningnya,
“achel udah ada pensil, pensil ini untuk sean aja” ujar rachel memberikan pensilnya pada sean.
“ga”
“kenapa?” tanya rachel bingung.
“ga mau”
“oh, yaudah kalau ga mau” ujar rachel santai lalu memasukan pensilnya kedalam tempatnya, sean melirik rachel sekilas lalu mengambil pensil itu sebelum masuk kedalam tempat pensil.
“katanya ga mau, tapi diambil lagi” ujar rachel menutup kotak pensilnya.
Bel pulang sekolah bersering kencang membuat anak-anak bersorak senang karena pulang sekolah adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh murid-murid.
“jea! Tungguin achel” ujar rachel cepat-cepat memasukan buku dan pensilnya kedalam tas.
“sean buruan! Lama ah, achel duluan” ujar rachel mengejar jeamin dan meninggalkan sean sendiri.
Sean tidak memasukan bukunya kedalam tas melainkan kedalam laci meja nya lalu menyusul rachel dan juga jeamin.
Rachel berlari mengejar jeamin, ia bahkan mengabaikan tali sepatunya yang terlepas karena memang rachel tidak mengerti cara memasang tali sepatu.
“JEA!” teriak rachel yang sudah terjatuh membuat langkah jeamin terhenti dan melihat kebelakang.
“jea kaki achel berdarah” ujar rachel dengan mata yang sudah berkaca-kaca membuat jeamin langsung mengeluarkan botol minum dan sapu tangannya.
Tanpa suara jeamin membersihkan luka rachel membuat rachel siap meluncurkan tangisnya,
“achel ga apa-apa?” tanya sean ikut berjongkok didepan rachel.
“achel kenapa-napa hiks..hiks...” tangis rachel yang ia tahan akhirnya meluncur juga membuat jeamin menatap tajam kearah sean.
Jeamin memberikan sapu tangan basah dan botol minumnya pada sean, lalu meniup luka dilutut rachel seperti mami dan auntynya lakukan ketika ia sedang terluka.
“achel jangan nangis nanti jea gendong sampai mobil” ujar jeamin membuat rachel menggelengkan kepalanya dan tetap menangis.
“gendong sampai rumah juga” ujar rachel membuat jeamin menganggukan kepalanya. rachel menghentikan tangisnya lalu tersenyum lebar.
Jeamin memencet hidung rachel dengan jempol dan telunjuknya.
“keluarin ingusnya” ujar jeamin membuat rachel menuruti jeamin. Jeamin mengambil kembali sapu tangannya pada sean lalu mengelap hidung rachel.
Tak lama kemudian mobil jemputan mereka datang, jeamin memberikan tasnya pada sean.
“tolong bawakan, jea mau gendong achel”
“siap”
Jeamin menggendong rachel sampai mobil, nathan yang menjemput mereka sekarang langsung keluar dari mobil ketika melihat putranya menggendong rachel keponakannya.
“rachel kenapa?” tanya nathan khawatir.
“jatuh” jawab sean.
“paman lihat lukanya”
“sudah jea bersihkan nanti sampai rumah baru diobati”
Nathan menghela nafas lega karena luka rachel tidak terlalu parah, hanya luka kecil tapi kalau tidak segera ditangai akan infeksi. Untung saja putra nya mewarisi sifat ibunya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....