Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 39



bab 39


“bagaimana acara makan malamnya sayang?” tanya bunga mengalihkan pandangannya ketika velle duduk disebelahnya.


“berjalan lancar bun, kakek dan nenek nathan sangat baik. Tadinya aku mengira mereka jahat seperti yang terjadi difilm-film” jawab velle disela dengan candaan.


“kebanyakan nonton film, harus dikurangi kau kan dokter harus cekatan pada pasien” tegur bunga menganggapnya serius ucapan velle.


“iya bunda, iya”


“bun?”


“apa?”


“tadi aku melihat alvaro”


“dimana?” tanya bunga tidak mengalihkan pandangannya dari televisi.


“dirumah kakeknya nathan, bunda pasti terkejut. Coba tebak alvaro datang bersama siapa?”


“siapa?”


“clara”


“clara?”


“itu lho bun, artis cantik yang sedang naik daun”


“oo, lalu kenapa?”


“ternyata bun, alvaro sudah bertunangan dengan clara bahkan sebelum alvaro menikah dengan stella. Untung saja kemarin aku kabur bersama nathan kalau tidak aku akan dimadu. Ah, membayangkannya saja membuat ku merinding.”


Velle menatap bundanya, selalu saja begini. Bunga tidak tertarik apapun yang berhubungan dengan stella.


Satu orang didunia ini yang tidak bisa ia tebak dan mengetahui perasaannya. Yaitu bundanya, itu karena velle benar-benar tidak tau apa yang dirasakan oleh bundanya.


“velle, masuk kekamar bun” pamitnya membuat bunga menganggukan kepalanya.


Setelah velle masuk kamar, bunga juga langsung mematikan televisi dan masuk kedalam kamarnya. Didalam kamarnya ia menangis dalam diam, menyesal sudah mengirim stella pada alvaro. Awalnya bunga mengira bahwa jika nanti stella menikah dengan alvaro. Kehidupan stella akan lebih beruntung dari pada dirumahnya.


Mana ada seorang ibu yang membenci putrinya sendiri, dari stella baru lahir bunga sudah mengurusnya dengan kedua tangannya sendiri. Stella adalah sebagian hidupnya, tapi ia harus menutup mata karena ibunya. Bunga membiarkan stella pergi agar stella bahagia, tapi bukan bahagia yang stella dapatkan melainkan duka, bunga sangat menyesal karena tidak bisa melihat baik-buruknya seseorang. Sekarang yang bunga pikirkan, bagaimana keadaan putrinya? Apa putrinya bahagia?


‘tuhan tolong buatlah putriku bahagia, aku mohon. Cukup hidup dengan ku saja dia menderita dengan yang lain jangan’


Bunga menghapus air matanya dengan cepat ia kekamar mandi ketika velle mengetuk pintu kamarnya.


“bun?” panggil velle


“hm”


“bunda, velle pergi ya. Ada pasien dirumah sakit”


“iya, pergilah”


Bunga mematikan keran air ketika ia sudah tidak mendengar suara velle diluar. Bunga tidak bisa diam saja seperti ini. ia harus memberi pelajaran sendiri pada alvaro karena telah menduakan putrinya.


“belum tidur bun?” tanya bram masuk kedalam kamar.


“ini baru mau tidur yah, pekerjaan ayah sudah selesai?”


“sudah bun, bunda tidur duluan. Ayah masih ada sedikit pekerjaan”


“iya yah, ayah mau dibuat kan kopi lagi?” tawar bunga membuat bram menggelengkan kepalanya.


“kopi ayah masih ada bun”


“kalau begitu, bunda tidur duluan yah” ujar bunga yang langsung diangguki oleh bram, malam ini bram akan tidur malam lagi karena pekerjaanya yang menumpuk.


“iya”


Bunga mengurungkan niatnya untuk pergi ke kediaman alvaro sekarang, besok pagi ia akan mendatangi alvaro tapi bunga berjanji besok ia akan datang kerumah alvaro.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc...