
Bab 140
Setelah mengantar anak-anak pulang Stella pergi ke cafe untuk bertemu editornya, inilah yang enak jika editor berada disatu kota. Bisa bertemu secara langsung dan membahas segalanya dengan sangat jelas tanpa perlu bingung lagi.
“maaf menunggu lama mbak” ujar editor Stella yang baru saja datang.
“iya ga apa-apa”jawab Stella mengembangkan senyumnya.
Stella membahas tentang novelnya yang sedang dalam proses revisi dengan editornya,
“mbak cover novelnya mau yang mana?” tanya editor membuat Stella melihat laptop yang disodorkan oleh editornya.
Stella mengamati cover yang ditampakan oleh editornya, Stella berpikir sebentar lalu menatap editornya.
“aku suka sama gambar satu tapi sepertinya tulisannya agak berlebihan, pakai tulisan yang biasa saja. Agar lebih simple” ujar Stella membuat editornya menganggukan kepalanya dan mencatat dimemo nya apa yang baru saja Stella katakan.
“oke mbak, nanti kalau covernya udah selesai aku kabarin lagi. Masalah revisi udah mau kelar tinggal beberapa lagi yang perlu diperbaiki. 2 minggu depan atau sebulan lagi novel mbak siap diluncurkan” jawab editor membuat Stella mengembangkan senyumnya.
“oke, jadi deal ya”
“iya mbak, kalau gitu aku permisi soalnya masih ada urusan dipenerbit” pamit editor membuat Stella menganggukan kepalanya.
“iya hati-hati, bye”
Stella tidak langsung pulang ia masih ingin menikmati teh hijaunya sambil melihat hujan rintik-rintik yang baru saja turun dari langit. Stella tidak menyukai hujan hanya saja karena Rachel putrinya sangat menyukai hujan jadi sekarang Stella sedikit menyukai hujan. Dan menyukai hujan tidak terlalu buruk, Stella jadi bisa menikmati anugrah Tuhan.
Stella baru saja ingin menyesap teh hijaunya untuk terakhir kalinya, matanya tidak sengaja melihat suaminya Alvaro sedang bersama wanita lain. Dan wanita itu adalah wanita yang sama dengan wanita yang Stella lihat tempo hari. Stella meletakan teh hijaunya diatas meja lalu menggelengkan kepalanya, Stella tidak boleh cemburu apalagi berpikir negatif karena Alvaro sangat mencintainya. Tapi tetap saja walaupun Stella harus berpikir positif, dia seorang wanita yang cemburu ketika melihat suaminya tersenyum indah dengan wanita lain.
Stella memutuskan untuk menghampiri suaminya yang sedang mengobrol dengan wanita yang membuat hatinya panas. Stella menghampiri mereka untuk memastikan sendiri jika tidak ada hubungan antara suaminya dengan wanita itu.
“sayang?” panggil Stella membuat Alvaro menjadi gelagapan ketika tiba-tiba ada dicafe.
“sayang, datang bersamas siapa?” tanya Alvaro sambil mempersilahkan Stella untuk duduk disebelahnya.
“editormu?”
“sudah pulang” jawab Stella sambil menoleh pada wanita didepannya.
“kenalkan sayang, ini Lani rekan bisnis. Kami sedang membahas bisnis untuk event besok” ujar Alvaro menjelaskan membuat Stella menganggukan kepalanya.
“Lan, kenalkan ini istriku”
“Lani”
“Stella”
“pak, kalau begitu saya permisi. Masih ada pekerjaan yang menunggu saya dikantor”
“iya silahkan” jawab Alvaro
“Stel, aku duluan” ujar Lani pada Stella, Stella hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum menanggapi Lani.
Stella menatap tajam Alvaro membuat Alvaro menjadi salah tingkah, Alvaro menyengir kuda lalu memeluk Stella. Stella memberonta tapi Alvaro mengeratkan pelukannya.
“sayang..” ujar Alvaro sambil senyum-senyum pada Stella membuat Stella jadi sensi sendiri.
“kenapa senyum-senyum?” tanya Stella galak membuat senyum Alvaro tidak luntur sama sekali.
“aku senang kamu cemburu sayang” ujar Alvaro mencium pelipis Stella, istrinya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....