
Bab 115
“jadi maksud mu sayang, kau ingin aku yang membeli semua bahan yang diperlukan. Itu tidak benarkan sayang” lanjut alvaro sambil menggelengkan kepalanya ia berharap itu tidak akan terjadi.
“kau benar sekali sayang, ah makin sayang saja padamu karena kau sangat genius” ujar stella tersenyum lalu mencium pipi alvaro
“disini juga sayang” ujar alvaro menunjuk bibirnya, dengan senang hati stella melakukanya. Ia mencium sekilas bibir alvaro, membuat alvaro tersenyum puas,
“Cuma ini yang harus aku beli sayang?” tanya alvaro membuat stella menganggukan kepalanya,
“baiklah, aku akan membeli nya, sebentar aku akan menggenti pakaian sebentar” ujar alvaro yang langsung dihalangi oleh stella,
“kenapa sayang?” tanya alvaro ketika stella menghalangi jalannya,
“tidak boleh mengganti pakaian” ujar stella cemberut, alvaro menganggukan kepalanya.
“baiklah, aku berangkat” ujar alvaro mencium pelipis stella,
“sayang?” panggil stella membuat langkah alvaro terhenti, ia senang sekarang pasti istrinya sudah berubah pikiran sekarang. Alvaro tahu itu istrinya tidak akan membiarkan alvaro keluar dengan serba pink begini.
“kenapa sayang?” tanya alvaro mengembangkan senyumnya,
“ponselmu tinggal, mana tau nanti kau tidak tau yang mana kecap atau saus” ujar stella membuat bahu alvaro merosot seketika,
“baiklah sayang, tapi aku bisa membedakan keduanya kalau kau mau tau sayang” ujar nya lemah,
“benarkah, bagus kalau begitu. Bye sayang hati-hati ya” ujar stella sambil melambaikan tangannya,
“iya, bye”
Setelah alvaro pergi stella langsung bergabung dengan maria dan bunga yang sudah berhenti tertawa,
Sementara disinilah alvaro sekarang, dipusat pembelanjaan. Semua orang yang sedang berbelanja atau pun orang yang lewat dan penjaga toko pun semuanya menatap alvaro, alvaro masih terima kalau mereka hanya menatap alvaro karena memang alvaro tampan dan alvaro tidak dapat memungkiri itu. Tapi, mereka samua menatap alvaro dan mengangkap alvaro lucu, alvaro menghela nafas, ia harus sabar ini semua demi istrinya.
Karena bingung alvaro melakukan vidio call dengan stella, untung saja istrinya mengingatkannya untuk membawa ponsel karena jika tidak ia akan melongo saja didalam sini dan pulang tampa membawa apa-apa.
“sayang, yang mana yang benar yang ini atau ini?” tanya alvaro mengangkat daun bawang da daun seledri.
“keduanya sayang,” ujar stella membuat alvaro meletakan kedua daun itu kedalam keranjangannya. Alvaro membuang catatanan nya itu tidak berguna baginya karena ada stella nya sekarang.
“sayang, berbalik kebelakang” ujar stella ketika ada tulisan diskon pada minyak goreng,
“kenapa sayang?”
“ambil minyak goreng itu sayang, ada diskon 20%” ujar stella membuat alvaro menggelengkan kepalanya,
“tidak sayang” jawab alvaro karena tempat minyak goreng itu digerumburi dengan ibu-ibu,
“ambil itu sayang”
“tidak, diskon 20% tidak penting. Aku bisa membeli yang lebih dari itu tanpa diskon” ujar alvaro membuat stella menghela nafas,
Alvaro berjalan lagi, ia menunjukan setiap barang yang akan ia beli, dan stella yang memberi tahu nya.
Alvaro menghela nafas lega karena belanjaannya sudah semua ia beli, sekarang ia tinggal membayar saja.
“berapa?” tanya alvaro karena kasirnya dari tadi menatapnya dengan senyum-senyum penuh maksud, alvaro mengerti dirinya tampan tapi alvaro tidak tertarik karena stella lebih menawan dari pada wanita didepannya sekarang ini.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....