Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 134



Bab 134


Stella sedang meeting bersama editornya disebuah cafe mengenai kelanjutan novel yang akan segera terbit.


Stella membaca dengan serius file yang diberikan editornya masalah pengeditan teks novelnya.


“aku suka, kau mengeditnya tidak terlalu jauh dan naskahku menjadi lebih baik sekarang. Terima kasih ya” ujar stella tulus setelah membaca teks naskahnya.


“sama-sama, saya sebagai editor mengusahakan yang terbaik untuk karya mbak”


“saya permisi mbak karena masih ada naskah lain yang harus saya kerjakan” pamit editor stella.


“iya, terima kasih karena sudah meluangkan waktumu”


“sama-sama mbak, kalau ada yang ingin didiskusikan jangan sungkan telpon saya mbak” ujar editor membuat stella tersenyum lebar.


“tentu saja, hati-hati”


Stella masih duduk ditempatnya menikmati susunya yang masih belum habis, sesekali matanya melihat naskahnya yang sudah apik dan rapi.


Stella mengedip-ngedipkan matanya karena ia merasa sekarang ia sedang melihat suaminya sedang minum kopi bersama seorang wanita.


Tanpa sadar stella sudah mengepalkan tangannya ketika suaminya alvaro tersenyum hangat pada wanita itu. Stella menggelengkan kepalanya, ‘jangan berpikiran buruk stella itu pasti rekan kerja suamimu’. Stella menyakinkan dirinya sendiri.


Stella memejamkan matanya, mana mungkin mereka rekan bisnis lihatlah wanita itu bahkan sengaja mendekatkan diri pada alvaro. Stella semakin marah ketika wanita itu mendekat kearah alvaro, suaminya itu nya diam saja bahkan tidak bergerak menjauh barang sedikit saja.


Stella tidak bisa membiarkan ini, stella harus mendatangi mereka. Stella menepuk jidatnya karena ia lupa membayar kopinya.


Stella pergi membayar kopinya terlebih dahulu,


“sudah dibayar oleh temannya mbak”


“terima kasih” ujar stella memasukan kembali dompetnya kedalam tasnya.


Stella pergi keluar cafe untuk menghampiri suaminya dengan wanita tidak dikenal, stella ingin berteriak kencang karena ketika ia sudah keluar alvaro dan wanita itu sudah tidak ada ditempat.


Sekarang stella memikirkan perkataan nadia dulu, ‘pria memang mencintai kita dengan tulus pada puber pertama tapi pada puber kedua pria belum tentu mencintai kita lagi bahkan pria akan mencari wanita cantik nan muda yang akan menjadi pengganti kita’


Stella memejamkan matanya walaupun ia mencoba berpikir positif tapi pikiran dan hatinya bertolak belakang.


Stella menghela nafas panjang lalu pulang, ia sepertinya harus mandi dan berendam sekarang. Stella akan meminta penjalasan dari alvaro ketika pria itu sudah pulang nanti.


Stella sampai dirumah dan menyaksikan sean sedang menangis guling-guling dilantai sementara rachel dan jeamin tetap fokus bermain game.


“sean kenapa menangis em?” tanya stella membantu sean berdiri tapi sean menolak ia bahkan tambah menangis kencang.


“sean kenapa sayang?” tanya stella menghampiri jeamin dan rachel


“lagi drama mam” jawab rachel tanpa menoleh kearah stella sedangkan jeamin ia hanya mengangkat kedua bahunya.


“temannya dibantu dibuat diam dong sayang” ujar stella mengelus sayang kepala rachel


“nanti juga berhenti sendiri aunty” jawab jeamin membuat stella tidak mengerti maksud dari jeamin.


Stella jadi panik sendiri pasalnya sean belum juga berhenti menangis, rachel dan jeamin tidak bisa diharapkan. Jalan satu-satunya adalah menelpon june ibu dari sean.


Tak lama kemudian sean berhenti menangis lalu mendatangi jeamin,


“gantian” ujarnya karena jeamin selalu kalah melawan rachel, jeamin menyingkir lalu rachel sekarang melawan sean.


Stella membelakan matanya, apa yang sekarang yang sedang ia lihat. Sean menangis berguling-guling sekarang tidak lagi. Apa benar yang dikatakan putrinya sean sedang berdrama?


“Sean mana? Kenapa lagi anak itu?” ujar june masuk kedalam rumah stella, stella menunjuk sean yang sedang bermain game bersama rachel.


June menghela nafasnya lalu menatap stella.


“kalau sean menangis lagi biarkan saja stel, karena anak itu sedang bedrama ria” ujar june membuat sella menganggukan kepala mengerti.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....