
Bab 92
Hari ini stella resmi jadi pengangguran karena diam-diam alvaro mengirimkan surat pengunduran dirinya pada day, tadi day menghubunginya agar stella tidak kembali bekerja karena stella sudah resmi bukan bagian dari pegawai lagi. Stella tidak bisa berkata-kata lagi pada alvaro karena pria itu sudah pergi lebih dulu kekantor. Tadi stella sudah merasa curiga pada alvaro karena tidak biasanya alvaro berangkat sangat pagi dan melewatkan sarapannya.
Stella kembali diserang muntah-muntah perutnya terasa sangat mual, semua yang stella makan dari pagi hingga siang sudah keluar semua dari perutnya.
Dan seharian ini stella hanya berada dikasur karena tenaganya sudah habis dengan mengeluakan semua isi perutnya.
Stella bahkan meminta tolong diana untuk membawakan makanan kekamarnya, walaupun stella memuntah kan semua makanannya ketika masuk kedalam mulutnya, tapi stella ingin memakan mereka berasamaan dengan rasa mualnya.
Stella memejamkan kedua matanya, kepalanya terasa sangat pusing sekarang, sangat-sangat pusing sehingga stella tidak bisa menahannya lagi dan akhirnya ia pingsan ditempat tidurnya sendiri.
Pukul 10 alvaro sudah pulang karena perasaannya tidak enak, dari pagi tadi perasaan tidak enak selalu menghampirinya.
Alvaro melewati diana begitu saja, ia membawa tas kerjanya sendiri dan masuk kekamar mereka.
Senyum alvaro mengembang karena melihat wanitanya sedang tertidur, ia menertawakan dirinya sendiri ‘kau terlalu berlebihn bro’
Alvaro mengganti setelan kerjanya menjadi pakaian santai dirumah, lalu ia ikut bergabung dengan stella, istrinya.
Alvaro memeluk stella, ada yang aneh dari istrinya badannya panas dan dingin. Dan seketika alvaro menyadari ada sesuatu yang terjadi pada istrinya.
Alvaro langsung mengendong stella, ia harus membawa istrinya kerumah sakit sekarang. Badan istrinya sedang tidak sehat sekarang, alvaro bisa merasakan badan stella yang awalnya panas namun kalau dipegang lama-lama maka akan dingin.
Baru kali ini alvaro menyesal memiliki apartemen besar dan mewah dilantai paling atas karena sekarang ia jadi lama membawa stella kerumah sakit. Ingin rasanya alvaro mengumpat karena itu, tapi itu tidak ada gunanya. Akan membuang waktu yang ada sedangkan alvaro ingin cepat kerumah sakit sekarang.
“keluar!” perintah alvaro pada supirnya, setelah merasa stella aman dibelakang alvaro mengemudikan mobilnya sendiri.
Alvaro langsung membawa stella kerumah sakit, tangan alvaro bergetar ia takut sekarang. Ia takut ada apa-apa yang tejadi pada stella.
Alvaro menggeram kesal ketika jalanan macet, ia membunyikan klakson tanpa henti. Kurang lebih 10 menit jalanan kembali normal. Alvaro membawa mobilnya diatas kecapatan rata-rata.
Sementara dirumah sakit bambam sudah menyiapkan semuanya mereka hanya tinggal menunggu alvaro yang membawa stella sekarang. Jantung bambam berdetak tak beraturan, ia khawatir kalau keadaan stella semakin buruk sekarang.
Stella langsung dibawa keruang IGD berasama dokter bambam, sementara alvaro menunggu diluar.
Alvaro menelpon keluarganya memberi tahu kalau stella sedang berada dirumah sakit, orang yang pertama datang adalah velle karena memang ia bekerja dirumah sakit bahagia.
“dimana stella? Bagaimana keadaanya?” tanya velle membuat alvaro menggelengkan kepalanya, velle menatap ruang IGD, apa lagi sekarang Tuhan?
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....