
Bab 141
Stella setengah kesal pada Alvaro karena dari cafe hingga sampai rumah senyum nya tidak hilang-hilang, Stella menyesali karena telah datang menghampiri Alvaro dengan wanita yang ternyata hanya rekan bisnisnya. Sekarang suaminya itu punya cela untuk mengejeknya, Stella hanya bisa menghela nafas karena sifat kekanakan-kanakan suaminya.
“Stella istri tercintaku ternyata bisa cemburu juga, terima kasih Tuhan” ujar Alvaro memeluk Stella setela mereka sudah didalam kamar. Stella hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.
“sayang mau kemana?” panggil Alvaro ketika Stella masuk kedalam kamar mandi.
“mandi bersama sayang!” teriak Alvaro berlari kearah kamar mandi, dengan cepat Stella menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
“tidak mau!” balas Stella cepat membuat senyum Alvaro terbit.
“aku dobrak ya sayang!”
“kalau masih mau hidup, coba saja!”
Alvaro tertawa mendengar ancaman istrinya membuat Stella jadi kesal jadinya,
“aku jadi takut sayang!”
“terserah saja!”
Alvaro masih tertawa dan kembali duduk diranjang menunggu wanita selesai mandi, istrinya ini tampak lucu sekali.
Stella keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi, ketika Stella keluar Stella menemukan Alvaro yang sudah tidur masih menunggunkan setelan kerja. Stella menghela nafas kasar lalu menghampiri Alvaro membukan sepetu dan kaos kaki Alvaro, lalu membuka jas kerja milik Alvaro. Setelah itu Stella menyelimuti Alvaro dengan selimut tebal.
“mama!” teriak Rachel tiba-tiba masuk kedalam kamar.
“kenapa sayang?”
“mau dibacakan dongeng sama papa” pinta Rachel membuat Stella menggelengkan kepalanya.
“sama mama aja ya, papa udah tidur” ujar Stella membuat Rachel menganggukan kepalanya.
.
Stella terbangun tengah malam dan tidak menemukan Alvaro disampingnya, Stella mengucek matanya lalu mencari Alvaro dikamar mandi tapi Stella tidak menemukan Alvaro disina.
“sayang!” panggil Stella tapi tidak menemukan jawaban dari Alvario, Stella menuju kamar putrinya tapi Stella tidak menemukan Alvaro bahkan putri nya Rachel juga tidak ada ditempat tidur.
Stella mengambil kertas kecil diatas kasur,
‘keluar dari kamar Achel mama’
Stella membaca tulisan yang buat putrinya, ada apa sebenarnya? Walaupun bingun Stella keluar dari kamar lalu mengikuti tanda penunjuk arah.
Disinilah Stella sekarang didapur dan dia tidak menemukan apa-apa disana, sesuai petunjuk dan disinilah ia sekarang.
‘hampir sampai mam, buka pintu’
Stella membuka pintu dapur yang menghubungkan dengan taman belakang rumah, Stella menutup mulutnya tidak percaya karena melihat putri dan suaminya sedang berdiri sambil tersenyum menyambut Stella.
Rachel melambaikan tangannya meminta Stella untuk menghampiri mereka, Stella tidak bisa membendung lagi air matanya karena bahagia. Stella bahkan tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya, lihatlah suami dan putrinya telah menyulap taman menjadi tempat yang sangat indah.
Rachel yang melihat mamanya menangis langsung menghampiri Stella lalu meminta Stella untuk duduk, Rachel masuk kedalam pelukan Stella.
“telima kasih mam, telima kasih kalena telah melahilkan Achel dan membuat Achel bisa melihat dunia yang indah, selamat ulang tahun mama. Achel sayang sangat banyak sama mama, jadi mama jangan menangis” ujar Rachel menghapus air mata Stella, Stella menganggukan kepalanya. Alvaro menghampiri putri dan istrinya. Alvaro menggendong Rachel lalu mencium bibir Stella sekilas.
“selamat ulang tahun sayang” ujar nya lembut membuat Stella menganggukan kepalanya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....