Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 12



Bab 12


stella pulang kerja pukul 17.00, ia segera mematikan komputernya lalu menyiapkan peralatan pulangnya.


Diluar hujan, membuat stella menghela nafas kasar, stella sangat-sangat membenci hujan. Sembari menunggu hujan stella tidak sengaja melihat kucing disebelahnya. Stella merilik kekanan kekiri bagaimana kucing bisa sampai disini? Stella mengeluarkan snaknya dari dalam tasnya dan memberikannya pada kucing.


“bagus, makan yang banyak ya” ujar stella tanpa sadar mengelus sayang buku halus si kucing.


Stella bangun dari duduknya karena hujan tak kunjung berhenti, hari ini sepertinya ia tidak bisa naik bus. Dengan amat terpaksa stella memesan taksi online, mau bagaimana lagi dari pada ia aterjebak dan menunggu sampai malam dikantor, lebih baik dia pulang dengan taksi.


Stella mengumpat kesal karena setelah ia sampai di apartemenya, hujan berhenti. Yang benar saja, komenter stella.


Stella mengambil pakaiannya dari kamar alvaro, stella mengambil lebih banyak karena ia sangat malas memindahkan baju-bajunya kekamarnya.


Setelah mandi stella pergi kedapur, perutnya sudah meronta-ronta minta diisi. Karena sekarang ia sedang malas jadilah stella memasak mie instan. Selain rasanya yang enak membuat mie instan juga tidak memerlukan waktu yang lama.


Stella menatap mie instannya dengan penuh minat, bagaimana bisa seseorang membuat mie instan jadi seenak ini. dengan perlahan stella memakan mie nya.


“boleh cicip, sepertinya enak” ujar alvaro membuat stella tersedak mie karena terkejut.


Alvaro dengan gerakan cepat memberikan minum pada stella.


“terima kasih, kau mengagetkan saja”ujar stella setelah tidak lagi tersedak.


“maaf, boleh cicip”


“kau makan saja, aku sudah tidak selera lagi”jawab stella kerena perutnya sekarang benar-benar tidak enak,


“kau marah?”


“tidak, entah kenapa perutku tidak bisa berkompromi sekarang”


Alvaro mengangguk lalu melahap mie instan hingga kandas,


“terima kasih”


“hm, mau aku siapkan air hangat?” tawar stella membuat alvaro menggelengkan kepalanya.


“oke”


Alvaro tidak bertanya kenapa stella kebogor selama dua hari, karena memang bukan urusannya. Setidaknya selama dua hari ia tidak harus bersandiwara lagi, hitung-hitung ia istirahat dari sandirwaranya selama dua hari. Itu bagus.


Sesampainya dikamar, stella tidak langsung tidur melainkan menonton televisi. Drama korea? No, stella sedang menonton amerika award, karena ada grup kpop yang ia sukai datang keacara itu.


Stella hampir berteriak kencang karena idolnya mendapatkan penghargaan, matanya berbinar. Saat akan mematikan televisi, ada pengumuman artis populer ‘clara matthew’ stella menganggukan kepalanya. Ia tidak mengenal clara tapi stella tau kalau clara adalah artis populer dari indonesia, wajar saja kalau dia mendapatkan penghargaan bergensi itu.


Drtt..drtt


Stella memutar bola matanya dengan malas, karena ditelpon oleh Day.


“hm”


“kau sudah menyiapkan untuk besok”


“sudah”


“baguslah, aku tidak mau ada yang kelupaan apalagi ketinggalan”


“hm”


“selamat malam”


“hm”


Stella meletakan ponselnya lalu masuk kekamar mandi, ia mencuci kaki dan tangannya lalu menggosok gigi dan mencuci wajah. Walau pun wajahnya tidak secantik clara si artis populer itu bahkan tidak secantik velle saudarinya setidaknya stella tetap menjaga kebersihkan wajahnya.


Setelah mengelap wajah nya dengan handuk stella langsung tidur, karena ia sangat butuh tidur sekarang.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc.