Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 24



Bab 24


Sebelum pulang stella menemui dokternya, ia meminta dosis obatnya agar ditambahkan.


“tidak bisa stell, dosis obatmu yang sekarang sudah tinggi. Aku tidak menganjurkan mu untuk menambah dosismu, tidak akan!” tolak dokter stella membuat stella menatap dokter itu dengan tatapan memohon.


“aku mohon, rasa sakit semakin tidak bisa aku atasi rasanya aku akan mati saat itu juga”


Dokter bambam menatap iba pada stella, sisa hidupnya tidak lama lagi dan hanya bergantung pada obat yang dosisnya semakin meningkat. Bambam sudah menjadi dokter stella selama 4 tahun tentu saja ia sudah mengenal stella seperti anaknya sendiri.


“baiklah, tapi ini untuk terakhir kalinya”


“baik dok, terima kasih”


Stella menyimpan obatnya didalam laci riasnya dan juga disemua tas yang sering ia bawa, karena ia selalu lupa membawa obat mangkanya stella meletakan kesemua tasnya stella tidak mau ambil resiko kalau ia pingsan dan ditemukan orang.


-


Alvaro bangu terlebih dahulu dan itu tidak seperti biasanya, alvaro menatap wajah stella yang masih tertidur pulas. Putih bersih, dan cantik. Tanpa sadar tangan alvaro sudah menyentuh wajah stella dan merabah setiap anggota wajah stella, begitu lembut ditangan. Stella menggeliat dari tidur nya membuat alvaro segera menarik tangannya dan bangun dari tidurnya, ia menggelengkan kepala kenapa ia bisa memegang wajah stella. Alvaro segera mandi, karena hari ini ia ada rapat penting dengan para artis dan modelnya.


Alvaro sudah selesai mandi dan telah memakai setelan jasnya tapi stella belum juga bangun dari tidurnya, sekali lagi alvaro datang pada stella dan mengecek apakah stella masih bernafas atau tidak. Alvaro menghela nafas lega karena stella masih bernafas.


Alvaro keluar dari kamar, ia membiarkan stella untuk tidur lebih lama sepertinya wanita itu perlu istirahat.


Alvaro sungguh merasa tidak enak sarapan sendiri, biasanya ia dan stella sarapan bersama. Entahlah seperti ada yang mengganjal dihatinya, alvaro segera menggelengkan kepalanya.


“kenapa tidak membangun kan aku?” tanya stella membuat alvaro tersadar dan mendongak kearah stella.


“aku kira kau tidak bekerja hari ini” jawab alvaro menatap tidak percaya dengan apa yang ia tatap sekarang, stella memasang kancing kemejanya didepan alvaro. Alvaro dapat melihat bra hitam itu, sangat menggoda iman.


“baiklah” jawab alvaro sedikit gugup.


“terima kasih”


Stella tidak percaya ini, ia bangun kesiangan dan parahnya lagi ia berangkat kerja tanpa mandi, stella ulangi sekali lagi tanpa mandi. Ini mungkin karena efek dosis obat yang bertambah sehingga membuatnya mengantuk.


Stella mau tidak bekerja hari ini tapi ada pekerjaan penting yang harus ia lakukan yang tidak bisa ia tinggalkan.


Mata alvaro terus menatap kemeja pink mudah stella, tapi dengan pandangan berbeda. Berbeda dalam artian alvaro hanya melihat bra hitam yang tercetak jelas diotaknya.


“kenapa? Ada yang salah? Sudah kuduga warna pink tidak sesuai dengan ku, tapi diana memaksaku” tanya stella membuat alvaro gelagapan.


“tidak ada, kemeja yang kau pakai tampak cocok”


“benarkah?”


“iya cocok sekali”


Stella menanggukan kepalanya lalu memakan sarapannya, sedangkan alvaro segera mengalihkan pandangannya, bisa-bisa saja ia khilaf.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc