
Bab 125
Bram menyambut bunga pulang, bunga kaget karena bram masih dirumah. Ah, bunga tahu kan ini rumah bersama mangkanya bram masih disini, itu lah pikiran bunga.
Bunga tidak mengeluarkan isi kopernya karena ia akan pulang kerumah armahumah ibunya sopia.
Bunga membantu pelayan nya memasak karena sekarang sudah malam dan ia butuh asupan untuk energinya setelah itu bunga akan pulang.
Mereka makan dalam diam baik bunga ataupun bram tidak ada yang membuka suara. Bunga selesai makan lebih dulu ia menunggu bram hingga selesai makan baru ia bangkit dari duduknya. Karena bunga sudah terbiasa hidup dengan bram, bunga menghela nafas mereka sudah bercerai dan bunga tidak seharusnya berpikiran seperti itu.
Bram sudah selesai makan membuat bunga langsung bangkit dari duduknya ia harus pulang kerumah orang taunya sebelum hari semakin malam.
“mau kemana?” tanya bram ketika bunga sudah dengan kopernya,
“mau pulang” jawab bunga dengan santai membuat tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya, lalu menganggukan kepalanya,
Bunga juga menganggukan kepalanya lalu mengambil koper bersamanya,
“aku pulang” ujar bunga menarik koper nya keluar,
Bruk,
Bram meninju meja makan, ia tidak bisa terima bunga pergi tapi ia tidak bisa menolak bunga pergi. Sekarang bram sedang dilema antara menghentikan bunga atau membiarkan bunga pergi, antara ingin bunga disisinya atau bunga pergi meninggalkannya.
Bram benci dengan perasaan yang seperti sekarang, ia bangkit dari duduknya dan mengejar bunga. Bram tidak bisa membiarkan bunga pergi karena bunga adalah rumah bagi bram, cukup lima tahun bram ditinggalkan bunga lebih dari itu bram tidak mengizinkannya.
“berhenti!” teriak bram membuat gerakan bunga membuka pintu mobil terhenti, bram langsung memeluk bunga membuat bunga membelakan matanya tidak percaya, ia bertanya-tanya ada apa dengan bram?
“jangan pergi” pinta bram dengan suara serak seperti orang yang sedang menangis, bunga melepaskan pelukan bram ia ingin memastikan jika bram tidak menangis tapi bram malah mengeratkan pelukan mereka sehingga bunga tidak melihat wajah bram,
“jangan pergi, aku tidak bisa hidup tanpamu” ujar bram lagi dan kali ini tangisnya makin jelas terdengar oleh bunga,
“kau mengigau?” tanya bunga tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar,
“tidak aku sedang tidak mengigau” jawab bram melepaskan pelukannya lalu memegang wajah bunga dengan kedua tangannya yang besar, sekarang bunga dapat melihat bram sedang menangis. bram yang ia kenal tidak pernah menangis, lalu kenapa dia?
Bunga mengangkat tangannya lalu menghapus air mata bram tanpa sadar, nyatanya bunga begitu mencintai pria dihadapannya sekarang. Bunga benar-benar tidak bisa melupakan bram bahkan untuk lima tahun.
“aku mencintaimu” ujar bram membuat gerakan tangan bunga yang menghapus air mata bram terhenti sekarang detak jantung bunga berdetak tidak beraturan,
“bencandamu tidak lucu” ujar bunga berusaha menetralkan suaranya agar tidak terdengar gugup, bunga menjauhkan diri dari bram hal itu membuat bram membawa bunga lebih dekat dari nya.
“aku tidak bercanda bunga, ketika aku mengatakan aku mencintaimu aku benar-benar mencintaimu” ujar bram serius lalu mencium bibir bunga, mereka berciuman penuh kerinduan selama lima tahun ini. membuat seketika dunia berhenti dan waktu hanya milik mereka berdua.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....