Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 76



Bab 76


Sekarang giliran yang menjaga stella karena yang lainnya sedang pulang karena ada keperluan masing-masing.


“baru pulang kerja yah?” tanya stella membuat bram tersenyum


“iya, ayah menjagamu sementara sementara bunda keluar sebentar” jawab bram meletakan tas kerja nya diatas meja.


Bram menghampiri stella ia duduk disamping stella,


“kamu tau, apa yang dilakukan bundamu agar nafasmu kembali lagi?” ujar bram membuat stella mengerutkan kening mulusnya,


“maksud ayah?” tanya nya bingung


“dulu, sewaktu kamu lahir kamu tidak bernafas sama sekali membuatmu dinyatakan meninggal. Tapi karena bunda dan keajaiban tuhan kamu bisa bernafas kembali. Bunda mu melakukan nafas buatan ketika ia mendengar detak jantungmu yang lemah. Bundamu juga yang menyembuhkanmu, bahkan demi merawatmu dengan baik bunda berhenti menjadi dokter” jelas bram membuat stella menangis, bundanya. Stella sangat menyanyangi wanita paruh baya itu.


“semua salah ayah, ayah memang mencintai maria sangat banyak tapi ayah sudah menikah dengan bundamu, dengan tidak tau dirinya ayah menikah dengan ibumu. Kau tau ayah dan bunda menikah karena kesalahan karena itu ayah tidak memikirkan akibat dari semua perbuatan ayah. Bundamu tan kalau ayah menikah dengan ibumu, dia marah dan menangis tapi dengan lapan dada bundamu memaafkan ayah.”


Stella paham dimana titik masalahnya sekarang, ia tidak menyangga atau pun menyala cerita ayahnya, sekarang ia menjadi pendengar yang baik.


“ketika ayah melihat kau menangis berkat bundamu disana jantung ayah bergetar, apa yang salah dengan jantung ayah. Bunda meminta mu untuk pergi bersama karena dia telah jatuh cinta padamu bahkan bunda sudah menentukan namamu saat itu juga. Ayah tidak bisa menolak karena pada saat itu bundamu menangis, melihat dia menangis membuat ayah susah bernafas. Ayah tau ayah salah karena telah memisahkan mu dengan ibumu, maafkan ayah”


“kau tau waktu itu velle kakakmu masih berusia sekitar 4 tahun dan dia sangat senang mempunyai adik perempuan yang cantik, velle bahkan mengenalkan mu pada semua orang. Meningatnya ayah jadi teringat bundamu, dia menyanyangi kalian berdua tanpa ada perbedaan semuanya sama saja dimatanya”


“ayah mencintai bunda?” tanya stella ingi memastikan namun bram menggelengkan kepalanya.


“kalau tiba-tiba bunda pergi dari ayah apa yang akan ayah lakukan?” tanya stella membuat bram tertegun, ditinggalkan bunga sama saja mengambil semua udaranya.


Bram menggelengkan kepalanya membuat stella mengembangkan senyumnya,


“ayah rasa ayah tidak bisa hidup, rasanya seperti udara bernafas hilang dimuka bumi ini” jawab bram, ia tidak bisa membayangkan itu semua, stella tidak memberi tahu bram kalau ayahnya yang terlalu pintar ini telah jatuh cinta pada bundanya sejak lama.


“lupakan saja, ayah terlalu banyak bercerita padamu. Sekarang istirahatlah. Ayah akan tidur sebentar nanti jika bundamu datang tolong bangunkan ayah” ujar bram menggelengkan kepalanya, stella tersenyum menganggukan kepalanya. stella tau bram saat ini pasti lelah karena pulang dari kantor bram langsung mengunjunginya dirumah sakit.


Stella mengambil air jeruk hangat nya, ia membutuhkan itu sekarang. Tadi sebelum pergi bunga membuatkan air jeruk hangat yang stella ketahui bunga membuatnya diruangan velle kakaknya. Velle, mengingat kakaknya itu stella menjadi tersenyum kembali. Stella selama ini mengira velle membencinya tapi nyatanya tidak. Velle menyanyanginya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author💛


To be continue.....