Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 28



Bab 28


Clara masuk kekamar alvaro, ia menatap tidak percaya isi kamar alvaro. Setengah ruangan terdapat banyak barang milik stella. Ia merasa sangat kesal sekarang, bahkan clara tidak pernah meninggalkan barangnya walaupun itu cd karena alvaro membenci itu. Tapi, lihatlah sekarang. Dari sepatu hingga tas dan tempat rias semuanya disini. Clara bertambah kesal, itu artinya stella tidur dikamar ini. clara bahkan sekalipun tidak pernah tidur dikamar ini.


“ahhhhhggggg” teriak clara mengacak-acak tempat tidur stella dan alvaro. Ia mengacak rambutnya frustasi.


“cerita apa? Seru sekali” tanya alvaro membuat sekar langsung berdiri dari duduknya.


“sudah pulang?” tanya stella


“hm” jawab alvaro mencium sekilas bibir stella.


“saya permisi tuan, nyonya” pamit sekara yang langsung diangguki oleh stella.


“keningmu kenapa?” tanya alvaro khawatir membuat stella tersadar memengang keningnya yang sudah dipakai kan plaster.


“terbentur ini” jawab stella menunujkan meja kaca didepannya.


“DIANA! TELPON DR. BAMBAM SEKARANG JUGA!” perintah alvaro


“baik tuan”


“tidak usah di, jangan” cegah stella membuatnya mendapat tatapan tajam dari alvaro.


“ini hanya luka kecil, dan sudah diobati”


“tapi kalau nanti inf..”


“tidak akan, sungguh”


“DIANA!”


“ya tuan” jawab diana cepat menghampiri alvaro


“BUANG MEJA INI! GANTI DENGAN YANG LEMBUT”


“baik tuan”


“memangnya ada?”tanya stella polos


“ada, dan harus ada. aku tidak mau ambil resiko dahi ataupun bagian tubuh mu terluka lagi”


Stella menganggukan kepalanya, lalu mencium sekilas bibir alvaro. Perlahan emosi alvaro sudah berkurang.


“kau tahu..”


“tidak” potong alvaro membuat stella memutar bola matanya dengan malas.


“aku belum selesai berbicara” rajuknya membuat alvaro terkekeh.


“akhirnya ada orang yang sepikiran denganku, sekar ternyata dia juga menyukai ji chang wook dan aku punya teman berbicara diruangan besar ini”


“ji chang wook? Siapa?”


“itu” tunjuk stella menunjuk televisi


Alvaro menganggukan kepalanya,


Clara yang mendengar suara alvaro diluar langsung membereskan tempat tidur yang telah ia acak-acakan. Clara tidak percaya dengan pemandangan yang ia lihat, alvaro sedang berduaan dengan stella. Clara bahkan tidak tau itu sandiwara atau bukan karena itu tampak seperti nyata.


‘kau terlalu mendalami peran sayang’


“sayang?” panggil clara membuat alvaro terkejut tapi tidak melepaskan pelukannya dari stella. Ini membuat clara bertambah kesal, ia tidak bisa mengamuk karena clara tidak mau ambil resiko kalau-kalau ia mengamuk maka alvaro akan meninggalkannya.


“ada yang ingin aku bicarakan dengamu”


“sebentar” pamitnya pada stella, stella menganggukan kepalanya


“pergilah, sepertinya ada yang ingin dia bicarakan dan seperti nya itu penting”


“aku akan segera kembali”


“hm”


Stella tidak mempedulikan apa yang dibicarkan clara pada alvaro, karena memang bukan urusannya. Ia mematikan televisi dan pergi kedapur mencari sekar.


“sekar mana di?”


“sudah pulang nya,”


“pulang?”


“jam segini semua pekerja sudah pulang kecuali saya dan juga supir, nyonya”


Stelal menganggukan kepala, ia mengerti sekarang. Karena tidak tau apa yang harus dikerjakan stella mengambil apel dan membuat jus buah.


“biar saya saja nyonya”


“tidak di, aku bisa kau kerjakan yang lain saja”


“tapi..”


“baiklah,” ujar stella menyerahkan pekerjaannya pada diana. Stella tidak mengerti kenapa orang-orang dirumah ini begitu takut dengan alvaro. Apakah alvaro memakan orang? Atau jangan-jangan alvaro psycho. Stella menggelengkan kepalanya, tidak mungkin.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.