
bab 35
halo, sebenarnya cerita ini sad ending tapi karena kalian mau happy ending jadi author harus putar ulang otak biar ceritanya happy ending. Sekarang author mau minta rekomendasi penyakit yang hidupnya tergantung sama obat-obatan dan bisa disembuhkan dengan operasi, karena sebelumnya penyakit stella itu tumor syaraf-syaraf penting yang ga bisa desembuhkan dengan operasi sekalipun. Jadi author menunggu rekomendasi dari kalian.
Hidup happy ending!
-
Alvario sebenarnya tidak mau meninggalkan stella sendirian mengingat kejadian yang lalu, stella dirawat hingga koma dirumah sakit. Detik itu alvaro tidak bisa bernafas denga benar. Dan sekarang perasaanya tidak enak meninggalkan stella.
“hubungi aku jika ada yang terjadi pada stella!”
“baik tuan”
Alvaro pergi bersama clara ke acara keluaraganya karena memang alvaro tidak bisa mengajak stella pergi bersamanya. Karena keluarganya hanya mengenal clara sebagai tunangannya.
“selamat datang sayang, bagaimana kabarmu?”ujar maria memeluk clara.
“baik mam, mami sendiri bagaimana kabarnya?”
“selalu baik, ayo duduk”
Clara duduk disebelah alvaro dan berhadapan dengan velle tunangan dari nathan yang dikenal danni dirumah ini.
Velle menatap alvaro terkejut, kenapa dia disini? Sedangkan alvaro sama sekali tidak terkejut karena dia memang tau velle kabur bersama danni pasca pernikahannya.
Makan malam berjalan lancar, para tertua membahas tentang pernikahan danni dan velle yang akan dilakukan tahun depan. Alvaro merasa bosan, sekarang ia mengkhawatirkan stella. Bagaimana keadaan stella? Apa dia tidak ceroboh sehingga dapat melukai dirinya sendiri? Apa yang stella lakukan sekarang? Menonton drama korea?
Alvaro ingin sekali pulang dan melihat stella dengan kepalanya sendiiri, sekarang alvaro akui kalau dia telah jatuh, jatuh sedalam-dalam nya pada stella. Tapi, dia juga tidak mau menyakiti clara yang sudah bersamanya selama 5 tahun belakangan ini. katakanlah alvaro maruk ingin keduanya, itu lah kenyataannya.
“kalian kapan menikah?” tanya kakek alvaro membuat lamunan alvaro buyar,
“selalu saja, pertanyaan dibalas dengan pertanyaan” komentar kakeknya geleng-geleng kepala.
"memang benar kek, kita membahas pernikahan Danni kenapa jadi aku?" protes Alvaro tidak terima. Clara menatap Alvaro dengan tatapan lain. Alvaro nya berbeda.
Clara hanya tersenyum menanggapi semuanya,
"kalian harus menikah. mami sangatlah ingin menggendong cucu, dua tahun lagi bagaimana? tahun depan Danni dan tahun depan kalian" usul Maria membuat Clara menerbitkan senyumnya. satu pendukung lebih cukup baginya.
"aku setuju, kau bagaimana sayang?" tanya kakek Alvaro pada nenek
"aku juga sayang"
Alvaro tidak percaya ini, kakek dan neneknya walaupun sudah tua cinta mereka tidak pernah luntur. Alvaro juga kagum akan itu, kakeknya adalah contoh pria setia yang pernah ia temui di dunia.
Alvaro tidak menjawab pertanyaan demi pertanyaan kapan ia akan menikah, Alvaro melontarkan pertanyaan balik sehingga membuat penanya menjadi kesal pada Alvaro.
Alvaro ingin segera pulang sekarang. kapan percakapan dimeja makan ia akan selesai.
Clara menatap Alvaro lekat, prianya sedang gelisah sekarang. apa yang pria itu cemas kan?
apakah Stella? Alvaro mencemaskan Stella.
kau terlalu mendalami peran mu sayang, kali ini tidak akan aku biarkan. apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi milikku
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
Tbc...