Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 46



Bab 46


Sepulang kerja stella mampir kerumah orang tuanya karena ia ingin mengambil flasdisk nya yang berisi file lama dan itu sangat penting. Sewaktu sampai rumah, rumah kosong tidak ada orang. Maksudnya orang tua stella dan juga velle tidak ada dirumah yang ada pelayan rumah mereka.


“ketemu juga akhirnya” ujar stella memasukkan flashdisknya kedalam tasnya,


“mencari apa?” tanya velle membuat stella memejamkan matanya, ia sangat benci berhadapan dengan velle, velle selalu saja mencari cela untuk membuatnya kesal.


“barangku yang ketinggalan” jawab stella membalik badannya sehingga mereka saling berhadan.


“bukannya semua barangmu ketinggalan, bawa saja semua nya kami tidak butuh” ujar velle membuat stella mendatarkan wajahnya, ini yang dimaksud dengan stella, velle selalu saja ingin mengajaknya berperang.


“nanti akan ku kosongkan rumah ini dari barang-barangku” jawab stella ketus membuat velle tersenyum


“nanti? Nanti kapan? Besok? Minggu depan? Atau tahun depan?”


“saat kau mengedipkan mata maka semua nya akan hilang dari hadapanmu”


Velle menghela nafas, memangnya dia anak kecil. Pikirnya.


Stella pergi begitu saja meninggalkan velle sendiri dikamarnya.


“suamimu punya tunangan apa kau tau?” tanya velle membuat langkah stella terhenti, dari mana wanita ini tau bahwa alvaro mempunyai clara.


“hm” jawab stella akhirnya.


“tinggalkan dia, dia tidak baik untukmu” ujar velle mulai serius.


“kata siapa aku mencemaskanmu, aku? Aku tidak sama sekali, terserah padamu mau terus bersama dia atau tidak toh bukan urusanku” ujar velle membuat stellla menganggukan kepalanya.


“baguslah kalau begitu, kupikir kau kerasukan sehingga mencemaskan ku. Aku pergi” ujar stella benar-benar pergi meninggalkan velle


‘wanita itu keras kepala sekali’ gerutunya


velle meninggalkan kamarnya dan menuju rumah sakit karena pasiennya sudah menunggu disana.


Stella tidak mengambil pusing apa yang dikatakan velle tadi, toh apabila nanti alvaro benar-benar meninggalkannya stella tidak apa. Karena memang dirinya ingin sendiri stella tidak mau ada yang menangisi kuburannya nanti.


Benar, stella mencintai alvaro tapi belum tentu dengan pria itu. Sandiwara atau bukan stella tidak bisa membedakannya karena semua tampak nyata baginya. Tidak masalah bagi stella itu semua hanya sandiwara artinya itu bagus jadi nanti jika wantunya telah tiba stella tidak perlu menyesal karena meninggalkan alvaro.


Stella mampir dulu kekedai es krim ia memakan es krim sepuasnya sehingga gigi nya terasa ngilu dan perutnya sakit. Beginilah cara stella untuk menghilangkan stress, stress hilang perutnya sakit. Tidak apa yang penting tidak ada pikiran yang mengganggu lagi diotak cantiknya.


Stella mengambil obatnya, karena memang sudah waktunya meminum obatnya. Kalau stella tidak meminum obatnya maka kepalanya akan sakit setelah memakan es krim ini. masalah perut sakit stella bisa mengatasinya gigi nyilu juga stella bisa mengatasinya tapi kalau kepalanya yang sakit stella tidak bisa menahannya, karena rasanya seperti mau mati saja.


Stella perutnya tidak terlalu sakit lagi stella bangkit dari duduknya dan membayar tagihan lalu pulang. Ia ingin tidur sebentar lalu mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai sehingga ia mengerjakannya dirumah nanti.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....