Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 47



bab 47


alvaro mengeluarkan kekesalanya pada pegawainya, alvaro marah-marah padahal tidak ada kesalahan dari pegawainya.


“INI SEMUA SALAH! KERJAKAN ULANG!”


“KAU BISA BEKERJA TIDAK! ANAK TK JUGA BISA MEMBUAT INI!”


“HEI, APA INI! TIDAK BERGUNA SAMA SEKALI”


Dan masih banyak yang lainnya, alvaro mengacak kesal rambutnya. Entahlah hari ini ia kesal sekali, tadi sewaktu ia bangun tidur ia tidak menemukan stella disampingnya, mereka bahkan tidak sarapan bersama karena stella telah berangkat lebih dulu kekantor. Bahkan ponsel wanita itu tidak aktif, kemana perginya dia? Kenapa tidak memberitahu alvaro?


Alvaro memejit batang hidungnya lalu mengambil ponselnya lalu mencoba menelpon stella lagi.


“hallo al, maaf aku tadi aku berangkat duluan. Ada rapat mendadak, dan semua file pentingnya ada denganku” jelas stella sebelum alvaro mengeluarkan suaranya. Diam-diam alvaro tersenyum menyadari kebodohannya, ia mengira stella pergi meninggalkannya.


“tidak apa, aku menelponmu hanya ingin menanyakan apa kau sudah makan? Aku akan kekantor mu sekarang”


“sudah al, baru saja. Sudah dulu ya aku masih ada pekerjaan”


“iya”


Sementara dikantor stella, wanita kembali mengedit teks dan segera diberikan pada mia. Pagi tadi ia sengaja pergi kekantor lebih pagi dari biasanya karena memang kantornya mengadakan rapat penting dan semua filenya ada padanya, jadi tidak mungkin ia terlambat. Ketika makan siang, stella baru menghidupkan ponselnya dan menemukan banyak panggilan tidak terjawab dari alvaro. Stella menimang ponselnya, ia berpikir apa seharusnya ia menelpon balik alvaro. Namun stella menggelengkan kepala lalu meletakan kembali ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Drt..drt...


Stella tersenyum, entah kenapa ia tersenyum ketika mendapat telpon dari alvaro.


-


Pulang kerja stella tidak dijemput dengan supir melainkan dengan alvaro, entah lah akhir-akhir ini alvaro selalu merindukan stella. Masalah clara nantilah ia pikirkan lagi yang penting alvaro bersama stella.


“pekerjaanmu sudah selesai?” tanya stella membuat alvaro menganggukan kepalanya.


“im boss” jawab alvaro menyombongkan diri membuat stella memutar bola matanya dengan malas.


“tentu saja, mari kita cari restoran yang menjual kerak telor” jawab alvaro sambil tersenyum


“aku punya rekomendasi tempat kerak telor yang enak” ujar stella membuat alvaro mengikuti arahan dari stella.


“benarkan disini tempatnya?” tanya alvaro tidak percaya karena mereka berhenti didekat tuguh monas, dan alvaro tidak menemukan restoran yang dimaksud oleh stella.


“hm, itu. Kerak telurnya sangat enak, ayo kita kesana” ujar stella menarik alvaro, alvaro hanya meningikuti langkah stella. Ia ingin tertawa karena mengira stella akan mengajaknya kerestoran, ternyata stella mengajaknya kepedagang kaki lima.


Stella dan alvaro sudah mendapatkan kerak telur mereka masing-masing, mereka duduk direrumputan sambil memakan kerak telor.


“enak sekali” komentar stella sambil memandang langit yang sudah berubah menjadi orange.


“benar ini sangat enak” ujar alvaro menatap stella,


Kerak telor mereka sudah habis mereka tidak beranjak pulang, mereka tetap ditempat duduk mereka sambil memandang langit yang sudah bertaburan bintang.


Alvaro menatap stella, ia mendekatkan diri lalu mencium stella. Stella membalas ciuman alvaro, mereka berciuman seperti dunia ini adalah milik mereka.


Stella melepaskan pungutan bibir alvaro, membuat alvaro cemberut pada stella.


“kita ditempat umum sekarang, bagaimana kau tidak tau tempat begini” gerutu stella membuat alvaro terkekeh lalu menggendong stella.


“kita lanjutkan dirumah saja”


“ahahahhahaha”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....