Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 108



Bab 108


Pernikahan velle dan juga nathan berjalan dengan lancar dan sangat meriah, stella tersenyum bahagia velle menemukan orang yang benar-benar mencintai kakaknya. Nathan bahkan tidak meminta kakaknya untuk berhenti dari dokter karena nathan tau kalau velle menjadi dokter bukan karena ingin mencari uang tapi untuk menyembuhkan banyak orang.


Stella merasakan kepalanya sangat pusing tapi ia tetap menahan nya bahkan mimisannya hanya ia sumbat menggunakan tisu, stella masih ingin melihat pernikahan kakaknya.


Alvaro yang melihat itu langsung menghampiri stella dan meninggalkan teman-temannya yang juga teman nathan yang menyempatkan diri untuk datang.


“sayang?” panggil alvaro cemas, stella mengangkat kepalanya lalu mengembangkan senyumnya,


“aku baik-baik saja” jawab stella, bukannya membuat alvaro lega tapi membuatnya bertambah cemas,


“kau berdarah sayang, kita kepaman bambam sekarang” ujar alvaro panik lalu ingin menggendong stella. Stella menggelengkan kepalanya.


“tidak, jangan. Antar aku kekamar saja, dibawa tidur maka aku akan baik-baik saja” ujar stella membuat alvaro menganggukan kepalnya.


Alvaro membawa stella kekamar, dan velle tidak melihat alvaro membawa stella pergi.


Alvaro membenarkan selimut stella, lalu duduk disisi ranjang sambil mengelus sayang kepala stella.


Stella tersenyum sebelum tidur, alvaro tidak tidur ia menjaga stella. Alvaro juga tidak kembali kepesta karena ia takut jika ia pergi nanti ada apa-apa dengan istrinya.


“dimana stella?” tanya velle pada nathan sambil mencari stella diatara kerumuan tapi velle tidak menemukannya.


“bersama alvaro sayang” jawab nathan membuat velle menghela nafas lega,


Pesta pernikahan velle dan nathan akan berjalan 3 hari 3 malam, dan malam harinya stella kembali ketempat pesta melihat kakaknya yang sedang tersenyum bahagia.


“sayang, kau benar sudah tak apa?” tanya alvaro khawatir, stella menganggukan kepalanya.


“iya sayang, setelah tidur pusing nya hilang” jawab stella sambil tersenyum cerah pada alvaro,


“kenapa kemari em? Kau seharusnya istirahat” ujar bunga menghampiri stella dan alvaro,


“bun, aku akan beristirahat sebentar lagi” jawab stella


“al, kau dengar jika anak nakal ini masih disini seret saja dia kekamar” ujar bunga menatap stella tajam


“siap bun”


“sayang kau dengarkan apa yang bunda katakan” ujar alvaro membuat stella menganggukan kepalanya.


“iya sayang” jawabnya


“waktumu 30 menit dari sekarang” ujar alvaro membuat stella memutar bola matanya dengan malas,


“iya, iya sayang”


“goog girl”


“im women, not a girl”


“yu’re right baby” ujar alvaro


“semangkanya segar sekali, sayang ayo kita kesana” ujar stella mengajak alvaro ketempat semangka.


Stella memakan semangkanya, ia bersyukur sekarang mulutnya bersahabat dengannya. Biasanya ketika ia memakan sesuatu akan terasa pahit dilidahnya tapi sekarang tidak, stella bahkan bisa menikmati semangkanya.


“jangan makan semangka terlalu banyak sayang” pesan alvaro membuat stella menganggukan kepalanya lucu,


“cute” ujar alvaro tanpa sadar, alvaro mengelap sudut bibir stella,


Maria menghampiri mereka dengan mambawa kue keju kesukaann stella,


“kue sayang?” tawar maria membuat stella menganggukan kepala dan mengambilnya Satu


“terima kasih mi”


“iya sayang, ambil satu lagi mami akan membawa kuenya kesana”


Stella mengambil kue keju satu lagi, ia memakannya dengan penuh nikmat. Ia harus bersyukur hari ini karena ia masih bisa bernafas dan bisa menikmati makanan.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....