
Bab 107
Haii semuanyaa, jadi tadi aku buka komen dan ada yang memilih meninggalkan cerita ini, its okey and sorry karena ga sesuai harapan. Dan buat yang stay stuned sama cerita ini aku makasih banget sama kalian. Ceritanya bakal aku revisi lagi setelah tamat jadi buat yang masih stay ditunggu ya. Maaf karena cerita ku ga memenuhi harapan, big love. Me, juwita apriani rahayu.
Sebuah keajaiban tidak sampai malam hari stella sudah siuman membuat semuanya bersyukur akan kebaikan Tuhan karena telah membiarkan stella kembali sadar,
Alvaro tidak henti-hentinya memuji nama Tuhan karena stella mereka telah sadar, stella dipindahkan ke ruang vip meningat banyak sekali anggota keluarga yang datang mengungjungi stella.
“kak,” panggil stella pelan membuat velle menunjuk dirinya sendiri, tidak biasanya stella memanggil velle biasanya stella akan mencari bunda. Walaupun begitu velle tetap menghampiri stella.
“kenapa? Apa yang kau butuhkan?” tanya velle membuat stella memegang tangan velle,
“aku mendengar semuanya kak” ujar stella, velle mengerutkan kening. Apa yang stella dengar?
“memangnya apa yang kau dengar em?” tanya velle
“jangan batalkan pernikahan kakak, kakak harus tetap menikah” ujar stella membuat semua menatap velle hanya bunga yang tidak terkejut.
“masalah itu nanti kita bicarakan lagi, oke. Sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu” ujar velle membuat stella menggelengkan kepala.
“kak, trust me. Aku akan baik-baik saja tidak ada yang harus dikhwatirkan”
“tetap saja kakak tidak mau bahagia sendiri sedangkan adik kakak sekarat, tidak” ujar velle menggelengkan kepalanya,
“kata siapa stella sekarat? Bun, stella baik-baik saja kan” tanya stella pada bunga, bunga menatap maria sekilas lalu menganggukann kepalanya.
“lagian kak, aku juga bahagis ada alvaro dan calon anak kami. Ayah, bunda, kakak, dan mami semuanya bersama stella kak. Jadi sekarang kakak harus bahagia ada nathan kak, ingat kakak sangat mencintai nathan begitu juga sebaliknya.”
Velle diam ia tidak menjawab stella, apa yang harus dilkukannya sekarang. Ia telah memberi tahu nathan soal ini dan nathan juga sudah setuju.
“kak” panggil stella pelan
“iya, kakak tidak akan membatalkannya” jawab velle menganggukan kepalanya,
“janji”
“janji”
Velle menelpon nathan mengajak pria itu bertemu ditaman, velle menghela nafas lega karena nathan masih mau bertemu dengannya setelah apa yang ia mengatakan tidak ingin menikah dengan nathan. Nathan menolak tapi velle tetap ingin melakukannya, untuk pertama kalinya nathan merasa kehilangan nafasnya.
“maaf kan aku” ujar velle pelan, nathan menoleh pada velle dan seketika senyumnya terbit,
Nathan langsung memeluk velle erat, ia sudah menduga kalau velle tidak serius dengan ucapannya tadi.
“aku tau sayang, kau tidak mungkin ingin membatalkan pernikahan kita” ujar nya memeluk velle, velle ikut tersenyum.
“maafkan aku, aku telah mengatakan hal buruk”
“tidak apa-apa sayang, aku tau kau hanya bingung sesaaat karena pernikahan kita hanya tinggal menunggu hari”
Paginya stella sudah dibolehkan pulang oleh bambam selaku dokter stella, alvaro memilih tidak bekerja hari ini dan stella membiarkan itu. Sesekali alvaro tidak masuk kerja tidak apa-apa, itu yang dikatakan bundanya.
“sayang, aku ingin membeli peralatan untuk calon bayi kita” ujar stella ditengah jalan pulang, bunga yang duduk didepan menoleh kebelakang,
“ide bagus sayang, bunda ikut ya”
“oke bun, sayang iya kan?” tanya stella pada alvaro, dengan amat terpaksa alvaro menganggukan kepalanya.
Disinilah stella, alvaro dan bunga sekarang di mall dibagian baby shop, mereka masuk mencari peralatan untuk calon bayi mereka.
Bunga memisahkan diri, ada yang harus dicari oleh bunga,
Mata stella berbinar ketika melihat pernak-pernik peralatan bayi didepannya sekarang, ada banyak barang yang ia beli. Itu membuat alvaro khawatir, bukan karena alvaro takut kehilangan uang hanya saja ia takut stella jatuh atau kenapa-kenapa karena berjalan begitu lincah dengan perut buncit.
“sayang pelan-pelan”
“oke” jawab stella menyengir kuda,
“bunda beli apa?” tanya stella menghampiri bunga,
“ini cocok untuk cucu bunda” ujar bunga mengambilkan tempat tidur bayi bewarna kuning, stella sangat menyukai warna kuning dan ia yakin cucunya nanti juga sama.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....