
Bab 103
Maria datang kepernikahan bunga dan bram, ia harus memastikan kalau bram dan bunga benar-benar menikah.
Maria menatap bambam, ada kesedihan dimatanya tapi itu tidak masalah bagi maria karena ia akan menyembuhan luka dihati bambam segera.
Tapi, maria sama sekali tidak bisa menyentuh hati bambam. Hati bambam semakin beku setelah pernikahan bunga dan juga bram.
Didepan bunga, bambam masih menatap penuh cinta. Cinta bambam tidak mati meski bunga sudah menikah dengan pria lain. Belum lagi bram yang selama ini maria ketahui mencintainya jadi bersikap dingin padanya. Pria yang awalnya mencintai harus tetap mencintainya, dan itu tantangan bagi maria untuk membuat bram kembali mencintainya.
Hal itulah membuat maria membenci bunga, dan ia akan membuat bunga hidup dalam bayang-bayang dirinya.
Maria mendekati bram, ia mendekati bram dengan penuh cinta sehingga kembali membuat hati bram meleleh.
Mereka akhirnya menikah tanpa sepengetahuan bunga, tapi bunga mengetahui itu beberapa bulan setelah mereka menikah.
Itu membuat maria merasa senang ketika melihat bunga menghampiri rumahnya dan meminta nya mengembalikan bram padanya. Bahkan bunga menangis ia memohon pada maria agar membiarkan bram bersamanya sampai putrinya bisa dapat menerima keyataan yang ada. Tapi maria tidak mau, bahkan bram juga sama.
Bambam datang lalu menghajar habis-habisan bram, hingga pria itu babak belur. Bunga memarahi bambam karena telah memukuli bram, ia marah karena ia tidak mau putrinya menjadi yatim.
“kau akan menyesal seumur hidupmu karena telah menyia-nyiakan bunga, kau akan menangis karenanya. Pegang kata-kataku, jika itu tidak terjadi maka potong kedua telingaku!” ujar bambam keluar menyusil bunga.
Kata-kata bambam terus menginga ditelinganya, hal itu tanpa sadar membuat bram pulang kerumah dan menemui putri kecilnya.
Maria merasa kesal ia mencari cara lain, dan ia merasa senang ketika mengetahui jika dirinya mengandung. Tapi, selama ia mengandung bram tidak pernah mengunjungi. Maria frustasi lalu sering minum-minum.
Maria sering pendarahan oleh karena itu bram sering mengunjunginya dan maria bersyukur karena itu.
Bambam selalu rutin datang kerumah maria untuk memeriksa keadaan maria, tapi bambam selalu menatapnya dingin.
“kenapa kau tidak bisa mencintaiku barang sedikit saja?” tanya maria
“karena kau memang tidak pantas dicintai, kau wanita terjahat yang pernah aku temui. Menikahi bram dan hamil lalu merusak rumah tangga orang lain, mana mungkin aku bisa mencintai orang seperti itu” jawab bambam jujur dan itu melukai hati maria.
Bambam menikah karena dijodohkan, dan itu membuat maria semakin frustasi karena cintanya menikah dengan orang lain.
Maria jadi membenci bayinya yang belum lahir karena telah menghalanginya untuk bersama bambam, coba dia tidak hamil ia akan meminta ayahnya untuk menjodohkan dirinya dan bambam tapi semua terlambat karena ia sudah mengandung.
Maria bahkan berkali-kali mencoba menggugurkan kandungannya namun bayi nya begitu kuat sehingga ia bisa bertahan.
Maria juga sering minum-minum karena hidup yang ia jalani tidak pernah sesuai dengan rencanaya.
Sampai ketika putrinya lahir dan meninggal dunia, maria baru menyadari jika ia kehilanga putrinya maka ia juga akan kehilangan bram pria yang mencintainya. Dan maria tidak mau kehilagan keduanya, cukup putrinya saja bram jangan.
Tapi, bram tetap memilih bunga bukan dirinya. Maria menjadi seolah-olah orang yang tersakiti dan semua orang melihat itu tapi mereka tidak tau siapa sebenarnya korban disini. Bunga sama sekali tidak menunukan dirinya korban karena ia tidak mau menjadi korban. Biarlah ia dicap jahat karena memang bunga tidak perduli dengan pemikiran orang lain tentangnya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....