Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 75



Bab 75


Sopia mengeluh siapa lagi yang datang menemuinya sekarang, kenapa banyak orang yang berkunjung sedangkan putri satu-satunya sama sekali tidak menjenguk dan mengkhawatirkan dirinya.


Sopia memegang kepalanya, kenapa pula anak nadia datang mengunjunginya. Sopia dengan malas duduk didepan sopia.


“kenapa kau datang kesini? Siingatku kita tidak ada hubungan” ujar sopia malas membuat day menyunggingkan senyum sinisnya,


“memang tidak, aku kemari hanya ingin membalasmu sedikit” ujar day membuat sopia menghela nafas, lagi-lagi ini tentang stella. Kenapa anak itu banyak sekali yang menyanyanginya. Dan rata-rata orang yang menyanyangi stella adalah orang penting, penting maksud sopia adalah orang-orang berada dan terpandang.


“jadi apa yang akan kau lakukan” jawab sopia menatap remeh day sekarang,


“tidak banyak, kau sekarang kehilangan pengacaramu” ujar day


“tidak masalah aku akan mencari yang lain” jawab sopia santai, karena memang ia banyak uang untuk menyewa pengacara. Mencari pengacara baru bukanlah hal yang sulit bagi sopia.


“coba saja kau lakukan, akan kupastikan kau membusuk dipenjara karena telah berani menyakiti stella kami” ujar day beranjak pergi begitu saja, sopia menatap day tidak suka.


Sopia meminta penjaga untuk menelpon mencari pengacara lainnya. Sopia sudah menghubungi pengaca top di negara ini tapi tidak satu pun dari mereka yang ingin menjadi pengacaranya. Sopia mengumpat kesal, jadi bocah ingusan itu tidak main-main dengan kata-katanya. Sopia terpaksa mendapatkan pengacara dari pengadilan karena tidak ada pengacara yang ingin bekerja sama dengannya.


Day tersenyum menatap ayahnya sekarang, alex menatap nya dengan tajam.


“masih berani tersenyum setelah membuat kekacauan?” tanya alex membuat senyum diwajahh day langsung lenyap begitu saja.


Dtr..drttt...


Day tersenyum menatap ponselnya karena june menelponya. Baru kali ini ia senang ditelpon oleh june.


“pa, aku harus mengangkat telpon dari istriku. Marahnya ditunda sebentar ya” pinta day langsung mengangkat panggilannya tanpa mendengar persetujuan dari alex.


Day tersenyum menyimpan ponselnya didalam saku jasnya,


“pa, aku benar-benar harus pulang sekarang. Papa pasti tidak mau kan cucu papa nanti ileran, tidak kan” ujar day membuat alex memejit pelipisnya.


“pulanglah sana” ujar nya membuat day langsung melompat senang dan langsung keluar dari kantor alex ayahnya.


Alex hanya geleng-geleng kepala atas apa yang dilakukan oleh putranya itu, bisa-bisanya ia membawa banyak pengacara datang ke firma hukumnya. Alex terpaksa menerima pengacara-pengacara itu untuk bergabung dan bekerja sama dengan firma hukumnya. Alex ingin memarahi putranya itu tapi tidak bisa karena kalau ia memarahi day maka ia akan tidur diluar, karena nadia begitu menyanyangi putra mereka.


Sedangkan dirumah june mengerutkan keningnya, apa yang sedang day bicarakan. Ia sama sekali tidak meminta bakso beranak seperti yang dimaksud oleh day. June menelpon karena ingin mengingatkan day untuk mengambil hasil cek up nya kemarin dirumah sakit.


June rasa otak day sudah konslet karena stella masuk rumah sakit, june mengangkat kedua bahunya melanjutkan membaca majalahnya,


Tak lama kemudian day datang dengan bakso beranak membuat pandangan june teralih kearah day yang baru pulang.


“apa ini?” tanya june ketika day memberikannya bungkusan,


“bakso beranak, apalagi. Ngomong-omong terima kasih” jawab day langsung masuk kekamar mereka.


“terima kasih atas apa?” tanya june tapi terlambat karena day sudah masuk kekamar lebih dulu, june mengangkat kedua bahunya lalu kedapur mengambil mangkuk lalu menikmati baksonya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....