
Bab 7
Pukul 5 sore stella sudah duduk manis dan menikmati goreng pisang sambil menonton televisi. Hari ini Day memberikannya pulang cepat, ah, sahabatnya itu sangat pengertian sekali. Waktu stella dapat ia gunakan untuk menonton drama korea kesukaannya. Sudah dari SMA stella menggeluti kdrama, bukannya fakum karena sudah bekerja stella malah semakin menjadi menyukai kdrama, kdrama baginya seperti candu.
Stella menoleh kearah pintu karena alvaro baru saja pulang, alvaro tidak pulang sendiri ia membawa wanita. Cantik dan sexy, mereka sangat serasi. Pikir stella tidak peduli dan terus menonton dramanya.
Semua tidak seperti rencana alvaro, seharusnya stella marah-marah padanya karena membawa wanita kekediaman mereka. Tapi, apa tadi stella malah asik menonton televisi.
Alvaro menggeram kesal, apa yang salah dengan wanita itu? Haruskah besok ia melakukan hal yang lebih dari ini?
“kau pulanglah satu jam lagi, aku mau tidur” perintah alvaro lalu tidur.
Wanita yang dibawah oleh alvaro menggeram kesal karena ia dibayar tanpa menyentuh, tadi ia sangat senang karena alvaro membawa dan membayarnya. Apapan ini, ia malah ditinggal tidur.
“sudah mau pulang?” tanya stella pada wanita yang dibawa oleh alvaro tadi. Wanita itu tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan dari stella.
“alvaro sekarang sedang tidur, aku pamit”
Stella hanya menganggukan kepalanya dan matanya kembali ketelevisi menonton dramanya.
Stella mematikan televisi dan ia berjalan menuju dapur, ia harus memasak. Stella lapar, jadi ia akan memasak. Karena tidak mungkin ia akan makan sendiri stella memasak untuk dua porsi, ya walaupun stella tau jika masakan nya tidak dimakan setidaknya stella sudah memasak.
Stella selesai memasak stella membangunkan alvaro yang sedang tertidur nyanyak, stella memandang alvaro. Tampan, sangat tapi bukan tipe stella. Bukan, bukan maksud stella ia memilih-milih pasangan hanya saja mereka sangat tidak cocok dan lagi stella tidak percaya akan cinta.
Sudah tiga kali stella memanggil nama lavaro membangunkan pria itu, tapi tidak ada sahutan. Tiga kali tidak menyahut berarti tidak mau.
Stella makan malam senidirian, setelah makan malam stella masuk kedalam kamar sebelah kamar yang ditempati oleh alvaro. Tidak mungkinkan mereka tidur bersama, mungkin saja namun asing bagi mereka berdua.
Tengah malam alvaro bangun, perutnya terasa lapar ia melihat ada lauk pauk diatas meja makan. Alih-alih memakannya alvaro lebih memilih makan mie instan.
Aroma mie instan mengalahkan segalanya.
Stella bangun kesiangan, ketika ia bangun jam sudah menunjukan pukul 8 pagi. Tidurnya sangat nyenyak sehingga tidak mendengar bunyi alarmnya. Stella berlari menuju kamar alvaro mengambil pakaian kerjanya, stella menantap tempat tidur yang kemarin ia tidur disana. Sudah tidak ada alvaro, berarti pria itu sudah berangkat kerja.
Stella mandi dengan kilat dan langsung mengganti pakaian kerjanya, setelah semua sudah rapi stella berlari menuju dapur mengambil roti untuk sarapan. Stella memakan rotinya sambil berlari mengambil sepatu kerjanya.
Stella sampai dikantor telat 40 menit, sehingga membuatnya dimarahi oleh ketua timnya. Day yang baru sampai menengahi mereka.
“ada apa ini?”
“dia terlambat pak” ujar mia ketua tim stella mengubah suaranya menjadi lembut membuat stella mencibirnya pelan.
“potong gaji” ujar Day menunjuk stella membuat mia tersenyum senang.
Day pergi begitu saja setelah mengatakan itu, memang Day sangat tegas pada karyawannya yang terlambat. Potong gaji.
“kau dengarkan?”
“iya bu saya dengar”
“lalu apalagi?!”
“saya akan melanjutkan pekerjaan saya”
“bagus”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.