Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 42



Bab 42


Stella yang mulanya akan kembali tertidur jadi terbangun lagi karena ia mendengar suara berisik, dan stella amat sangat mengenal suara itu. Bundanya datang.


Dengan susah payah stella keluar dari kamarnya mencari sosok bundanya, stella tersenyum ketika mendapati bundanya sedang didapur.


“bunda,”panggil stella pelan, walaupun pelan bunga dapat mendengar itu.


“STELLA!” teriak bunga dan alvaro berbarengan.


Karena kepalanya pusing, stella kembali pingsan. Alvaro langsung membawa stella kekamar dan membaringkannya diatas kasur.


“kenapa tidak bilang padaku, kalau stella demam” ujar bunga membuat alvaro menundukan kepalanya dan didalam hati ia menjawab


‘karena ibu tidak bertanya, dan ya ibu sibuk memukuliku’.


“maaf bu”


“memangnya maaf bisa membuat putriku langsung sembuh!” hardik bunga membuat alvaro langsung menggelengkan kepalanya.


“tuan, bubur nyonya” ujar diana segera datang membawakan bubur buatan alvaro. Bunga menatap tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang.


“kau ingin membunuh putriku!” bentaknya ketika melihat bubur tidak layak itu.


“tidak bu,”


“lalu ini apa! Percuma banyak pelayan tapi tidak bisa memasak dengan baik. Pecat saja mereka!” ujar bunga membawa kembali bubur itu kedapur.


Alvaro menggelengkan kepalanya dan menatap ibu mertuanya yang hilang didepan pintu.


“kalian pergilah, jangan tampakan wajah kalian didepannya” perintah alvaro


“baik tuan,”


Bunga membuang bubur buatan alvaro dan membuatkan bubur baru untuk putrinya, bunga lega karena alvaro akan tetap bersama putrinya dan meninggalkan wanita itu.


“maafkan bunda,” ujar stella pelan ketika ia sadar dari pingsannya, alvaro menganggukan kepalanya.


“tidak lagi” jawab stella membuat alvaro tersenyum lega.


Bunga masuk kedalam kamar stella setelah selesai membuatkan bubur, dengan perlahan bunga menyuapi stella. Bunga ingin menangis sekarang, lihatlah putrinya sekarang bertambah kurus saja. Ia merasa sedih karena telah menjadi ibu yang gagal untuk stella.


“bunda jangan menangis, stella baik-baik saja” ujar stella lalu menghapus air mata bunga yang tanpa sadar terjatuh.


“maafkan bunda” ujar bunga membuat stella menggelengkan kepalanya.


“terima kasih bunda telah datang kesini”


Bunga tidak menjawab ia terus menyuapi stella hingga buburnya kandar, alvaro hanya melihat kedua wanita itu tanpa ikut berbicara. Alvaro tidak tahu kalau bunga juga menyanyagi stella karena yang ia lihat selama ini adalah bunga membenci stella. Lalu apa ini? kenapa semua berubah, apa ada yang alvaro lewatkan?


“kau berikan dia obat, aku akan pulang setelah meletakan ini” ujar bunga membuat alvaro langsung menganggukan kepalanya.


“aku mencintai bunda” ujar stella pelan membuat langkah bunga terhenti,


“kau pastikan dia minum obat” bunga tidak menjawab stella ia malah berbicara pada alvaro.


“dengar tidak!”


“iya bun,”


Bunga meletakan mangkuk bubur lalu mengambil tasnya dan pergi dari kediaman alvaro. Setidaknya bunga mengetahui bahwa stella demam dan telah memastikan bakal ada yang menjaga stella dengan baik.


“minum obatmu” ujar alvaro membuat stella langsung meminum obatnya. Setelah meminum obat stella langsung memejamkan matanya. Ia tidak percaya bunda nya datang dan membuatkan bubur, sudah lama sekali ia merindukan bubur buatan bundanya.


Alvaro menatap stellanya yang sedang tidur, banyak pertanyaan yang muncul dikepalanya. Bagaimana sebenarnya hubungan keluarga dari wanitanya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc...