Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 41



bab 41


clara melemparkan ponselnya kedinding sehingga ponselnya hancur, ia kesal bukan kepalang karena alvaro tidak mengangkat panggilannya, alvaro bahkan tidak berniat menelponnya sekalipun. Berani-beraninya alvaro mengabaikan dirinya, lihat saja kali ini clara tidak tinggal diam. Ia ingin membuat alvaro meninggalkan wanita itu segera. Harus. Jika tidak posisinya akan segera tertukar, jika terlambat maka alvaro akan benar-benar jatuh cinta pada wanita itu. Clara tidak bisa membiarkan semua itu.


-


“dimana si brengsek itu?!” tanya bunga ketika pintu sudah dibukakan oleh sekar.


“siapa yang anda maksud bu?” tanya sekar membuat nya mendapatkan pelototan tajam dari bunga.


“tentu saja alvaro, dimana dia!”


“tuan, sedang didapur bu”


Bunga tidak memperdulikan sekar yang terus bertanya padanya apa keperluannya datang, siapa bunga. Bunga mendatangi dapur, ia bisa melihat alvaro sedang memasak sesuatu. Bunga menghampiri alvaro dan mengangkat tasnya, bunga sengaja membawa tas dengan banyak pernak-pernik dengan tali rantai. Hari ini alvaro akan mendapatkan pelajaran darinya.


“rasakan ini, dasar sialan! Berani sekali kau menduakan putriku! Kau kira kau hebat hah! Kau tidak perlu menunggu, aku akan membawa putriku pergi dari sini sekarang juga” ujar bunga membabi buta alvaro menggunakan tasnya. Alvaro diam ia tidak mengelak atau menghindar alvaro bahkan memberikan isyarat pada pelayannya untuk tidak ikut campur.


“kau pria brengsek, sialan!” ujar bunga melemparkan tasnya sehingga mengenai wajah alvaro, pelayan alvaro menatap itu tidak percaya. Boss mereka tampak tunduk dengan wanita paruh baya yang mereka baru ketahui wanita itu adalah ibu dari stella.


“bu tenanglah,” ujar alvaro, bukannya membuat bunga tenang tapi membuat bunga bertambah emosi.


“kau bilang tenang! Tenang bagaimana hah! Putriku kau duakan, dan kau berharap aku tenang?! Mau mati?”ujar bunga melepaskan sepatunya dan memukuli alvaro memakai sepatunya.


Pelayan alvaro semakin nyeri melihat alvaro yang sedang dipukuli oleh ibu mertuanya, benar alvaro salah jadi wajar bagi seoarang ibu marah.


Alvaro berperang dengan batinya,


‘ayo al, balik caci maki wanita itu. Bukankah wanita ini yang membuat mami terluka’


‘*jangan al, pikirkan stella. Bagaimana kelanjutan hubungan kalian kalau kau benar melakukannya’


‘jangan bodoh, cepat balas dia keluarkan semua kekesalanmu selama ini. cepat al’


‘dan stella akan menjauh darimu, kalau kau benar-benar melakukannya*’


“kenapa kau diam saja, hah! Jawab aku sialan. Sekarang, pilih putriku atau tinggalkan wanita itu” ujar bunga kembali kesal


“baiklah, nampaknya kau lebih memilih wanita itu. Aku akan membawa stella kami pergi” ujar bunga final.


“aku akan meninggalkan clara,” jawab alvaro membuat langkah bunga terhenti.


“benar?”


“saya berjanji”


“kalau kau ingkar bagaimana?” tanya bunga ingin mendapatkan kepastian.


“ibu boleh mengambil stella dari saya”


“baiklah, aku pegang janjimu. Ingat! Tepati janjimu”


“saya berjanji”


Stella yang mulanya akan kembali tertidur jadi terbangun lagi karena ia mendengar suara berisik, dan stella amat sangat mengenal suara itu. Bundanya datang.


Dengan susah payah stella keluar dari kamarnya mencari sosok bundanya, stella tersenyum ketika mendapati bundanya sedang didapur.


“bunda,”panggil stella pelan, walaupun pelan bunga dapat mendengar itu.


“STELLA!” teriak bunga dan alvaro berbarengan.


Karena kepalanya pusing, stella kembali pingsan.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


Tbc...