
Bab 99
Sudah dua minggu berlalu dan keadaan stella semakin memburuk, stella masih bisa berdiri tapi tidak bisa terlalu lama karena kepalanya akan pusing.
Dan bunga sudah kembali lagi kerumah, ia sudah memberi tahu seluruh temannya untuk mencarikan obat atau orang yang bisa menyembuhkan putrinya.
Sekarang bunga sedang didepan rumah maria, ia berdiri diam tidak berani masuk kedalam. Bunga sangat merindukan stella, putrinya tapi ia tidak bisa masuk karena ia dan maria masih dalam tenggang.
Maria yang kebetulan ingin membuang sampah melihat bunga yang berdiri didepan rumahnya, maria mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
“ingin melihat stella?” tanya maria membuat bunga tersenyum kaku,
“masuk saja, stella ada didalam” ujar maria membuat bunga dengan ragu masuk kedalam rumah maria,
Maria memberikan bungkusan sampah pada satpam rumahnya,
“tolong ya” pinta maria tersenyum
Bunga meminta pelayan maria untuk diantar kekamar stella,
“terima kasih” ujar bunga sambil menyunggingkan senyumnya,
“sama-sama bu”
“hai sayang apa kabar?” tanya bunga menghampiri stella yang sedang memainkan ponsel
“bunda!” teriak stella senang, bunga menghampiri stella lalu memeluknya erat.
“stella merindukan bunda, lama sekali bunda berkelananya” ujar stella manja membuat bunga gemas.
“bunda juga merindukanmu” jawab bunga mencium kening stella,
Bunga mengambil tangan stella, ia ingin memeriksa sesuatu. Walaupun bunga sudah lama berhenti dari dokter tapi ia masih memiliki feeling seorang dokter.
“buka mulutmu dan julurkann lidahmu” ujar bunga, walaupun bingung stella tetap membuka mulut dan menjulurkan lidahnya.
Bunga menggelengkan kepalanya, bunga mengambil senter kecil dari tasnya lalu memeriksa mata stella.
“Ya Tuhan. kau pasti tidak bisa tidurkan? Kau juga tidak bisa makan dengan baik karena rasanya tidak enak?” ujar bunga sudah berkaca-kaca dan stella menganggukan kepalanya.
Bunga menatap stella sedih karena putrinya tidak bisa melakukan kegiatan normal lainnya, selera makan putrinya bahkan menurun belum lagi stella juga susah tidur.
“bunda menangis?” tanya stella menghapus satu tetes air mata yang jatuh kewajah bunga.
“tidak, bunda tidak menangis. bagaimana baby? Masih sering mual?” tanya bunga mencoba menahan diri agar tidak menangis,
“baguslah,”
Maria masuk memberikan minuman dan juga roti untuk bunga, mereka saling diam dan stella mengerti ada dalam stuasi apa mereka sekarang.
“terima kasih mi” ujar stella membuat maria tersenyum,
“sama-sama sayang, kalau kalian membutuhkan sesuatu aku ada diluar”
Ujar maria keluar dari kamar stella,
“bun,”
“apa?”
“bunnnn”
“iya?”
“stella mau jus tomat” pinta stella membuat bunga mengerutan keningnya.
“sayang, kau bukannya tidak menyukai tomat?” tanyanya
“entahlah bun, semenjak aku hamil aku jadi menyukai jus tomat” bunga mengangguk mengerti, putrinya sedang mengidam.
“dan stella mau minum jus tomat buatan bunda” pinta stella menatap bundanya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
“bunda tidak enak, kau tau kan bunda tidak terbiasa disini masa iya bunda....tapi tidak apa-apa akan bunda buatkan untukmu, tunggu sebentar ya” ujar bunga keluar dari kamar stella dan mencari dapur.
“mau kemana?” tanya maria hampir membuat jantung bunga copot karena terkejut.
“astaga kaget aku, mau membuatkan stella jus tomat” jawab bunga memegang dadanya,
“dapur arah sana” tunjuk maria membuat bunga menganggukan kepala,
“terima kasih”
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....