Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 124



Bab 124


Stella sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberinya kesempatan kedua untuk hidup dan melihat tumbuh kembang putrinya. Berkat pengobatan herbal itu stella dapat sembuh dari penyakitnya, sudah satu bulan yang lalu stella dinyatakan sehat oleh dokter disana dan stella sangat berterima kasih pada Tuhan karen melalui dokter herbal ia dapat sembuh total. Stella bahkan sekarang lebih leluasa menghirup udara disekitarnya.


Melihat rachel dan sean sekarang sedang bertengkar membuat nya tersenyum, putrinya ini persis sekali dengan alvaro hanya sedikit darinya yang turun pada rachel, hanya hidung dan warna kesukaan yang turun darinya pada rachel.


Dan ketika stella melihat sean ia seperti melihat Day versi kecil mereka terlihat sama persis. Apalagi ketika stella melihat sean yang menjahili rachel putrinya sean sudah sama persisz dengan day dengan dirinya dulu ketika kecil bedanya stella tidak pernah melawan Day ketika menjahilinya dan lihatlah sekarang ketika sean menjahili rachel, sean mendapat balasan dari rachel apapun itu membuat sean akhirnya yang minta maaf pada rachel dulu stella yang minta maaf pada day padahal day yang mengganggunya.


Kini dunia stella dan day telah berakhir yang ada sekarang yang ada adalah dunia anak-anak mereka.


Sekarang sean dan rachel sedang anteng-antengnya bermain masak-masakan, rachel melototkan matanya ketika sean memegang cangkir dan pegangan cangkir itu terlepas,


“sean ih, kan lusak cangkil nya achel” ujar rachel mengambil cangkir mainan nya dari tangan sean,


“iya maap, nanti sean beliin yang baru” ujar sean menghela nafas, selalu saja salah dimata rachel. Sean tidak pernah benar kalau sudah menyangkut rachel. Rachel senang dong dibeliin mainan masak-masakan yang baru karena sebenarnya rachel sudah tau cangkir itu sudah rusak dan ia sengaja memberikan itu pada sean agar sean disalahkan olehnya, dann rencana rachel berhasil. Lumayan kan dapat maian baru dari sean, gratis sangat menyenangkan.


“bunda, minta uang” ujar sean menghampiri june dan ia meminta uang pada june, june mengerutkan kening.


“uang apa sayang? Beli es krim?” tanya june membuat sean menggelengkan kepalanya,


“lalu untuk apa em?” tanya june lagi,


“beli main masak-masakan achel bun, soalnya cangkirnya ga sengaja sena rusakin trus achel marah sama sean. Jadi sekarang sean mau beliin achel yang baru biar achel ga marah lagi” ujar sean dengan susah payah menjelaskan semuanya,


“begitu, baiklah tapi kamu harus mengajak ayah membelinya” ujar june mengerti lalu memberikan uang pada sean,


“ingat perginya bersama ayah” ujar june mengingatkan sean,


“iya bunda,” jawab sean menerima uangnya lalu menghampiri Day yang sedang bermain catur dengan alvaro,


“kenapa boy?” tanya day,


“tolong kenapa?”


“belikan sean mainan masak-masakan untuk achel” ujar sean membuat alvaro mengerutkan keningnya,


“bukannya achel udah ada?” tanya alvaro membuat sean menganggukan kepalanya,


“iya ada pa, Cuma tadi ga sengaja cangkirnya rusak sama sean”


“oh, begitu”


“yah?” panggil sean lagi pada day.


“hm”


“bisa tidak sean minta tolong?”


“bisa, tunggu sebentar ya nanti ayah belikan”


“makasih yah, ini uangnya” ujar sean lalu pergi lagi mengunjungi rachel yang sedang bermain sendiri, day hanya geleng-geleng kepala. Putranya ini memang sesuatu,


“tidak jadi sayang?” tanya june ketika melihat sean bermain dengan rachel,


“kata ayah, nanti ayah saja yang membeli” jawab sean membuat june menganggukan kepalanya lalu mendatangi stella yang sedang memasak didapur.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....