Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 109



Bab 109


Pesta besar-besaran pernikahan velle dan nathan sudah berakhir, hari ini mereka akan berbulan madu ke lima negara hadiah dari kakek dan nenek.


Velle dan nathan menaiki pesawat pribada milik keluarga utomo, jadi mereka tidak perlu membeli tiket lagi, karena keluarga utomo akan menyiapkan semuanya.


Minggu ini stella kembali tinggal dirumah maria, karena begitu stella membagi waktunya untuk bunda dan mami.


Maria mendatangi kamar stella ketika alvaro sudah berangkat kerja,


“sayang?” panggil maria muncul dibalik pintu sambil membawa headphone beserta ponsel ditanganya.


“iya mi,” jawab stella mengembangkan senyumnya,


“mami bawakan ini, katanya ini bisa membantu perkerkembangan bayi” ujar maria membuat stella menganggukan kepalanya, stella menggeser tempat duduknya agar maria bisa duduk disebelahnya.


Maria menghidupkan lagu yang disaran kan oleh bambam dan menempelkan headphone keperut stella yang sudah membesar sekarang,


Stella tersenyum pada maria, didalam senyumnya ia mengucapkan banyak terima kasih pada maria.


Mar


ia mematikan ponselnya karena lagunya sudah habis, lalu meletakannya diatas lemari.


“mam?”


“iya sayang,”


“stella lapar, mau makan pizza” ujar stella menatap maria lucu sambil mengelus perutnya yang buncit, maria tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“baiklah, kita pesan sekarang” maria mengambil ponselnya lalu memasan pizza online,


Maria bersyukur jaman semakin maju saja karena itu dia tidak harus repot-repot pergi kepenjul sekarang tinggal klik dan pesanmu akan sampai dalam beberapa menit.


Maria membantu stella untuk keluar kamar, sekarang mereka duduk sambil menonton televisi. Stella tersenyum ketika melihat clara didalam televisi. Clara memang menutuskan berhenti dari dunia hiburan tapi dunia hiburan terus memburunya. Mau tak mau clara tidak bisa menolak itu.


Ting...tong...


Stella tersenyum lebar pada maria,


Stella melanjutkan menonton clara yang sedang liburan bersama sakti, sekarang bahkan mereka punya acara televisi khusus yang menayangkan mereka berdua.


Tak lama kemudian maria datang membawa pizza, membuat stella mengembangkan senyumnya.


Stella dan maria sama-sama menikmati pizza mereka,


“bagaimana sayang? Suka?” tanya maria membuat stella menganggukan kepalanya lucu.


“suka sekali mi”


Kunyah pizza stella terhenti karena kepalanya terasa amat sangat pusing, kepala nya rasanya ingin pecah saja.


“sayang? Kau baik-baik saja?” tanya maria khawatir,


“stella tidak apa-apa mi” jawab stella tanpa mengangkat kepalanya, pizza yang ia pegang terjatuh, membuat maria langsung menghampiri stella.


“sayang? Mami panggil bambam sekarang” ujar maria khawatir ia bahkan tidak tau harus apa sekarang,


“stella baik-baik saja mi,” ujar stella menahan tangan maria, dan mengangkat kepalanya sambil tersenyum


“tidak sayang, setidaknya kau harus diperiksa” ujar maria membuat stella menggelengkan kepalanya.


“stella tidak apa-apa mi, sungguh” ujar stella mengembangkan senyumnya lalu kembali makan pizzanya.


Maria menganggukan kepalanya lalu kembali duduk, ia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi.


Stella menghela nafas, walaupun ia diperiksa oleh dokter tetap saja ia tidak ada harapan untuk hidup. Stella tidak berharap ia bisa hidup lama lagi, baginya sekarang yang penting baginya adalah ia bisa melahirkan anaknya. Itu cukup bagi stella tidak lebih, hanya itu.


Maria menatap putrinya sedih, walaupun ia tahu putrinya tidak akan hidup lebih lama lagi tapi maria tetap berdoa agar stella akan hidup lebih lama darinya.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....