
Bab 18
Alvaro selalu menepati janjinya, apa yang ia katakan pasti akan ia lakukan.
“terima kasih atas tumpangannya” ujar stella membuat alvaro menganggukan kepalanya.
“pulang jam berapa?” tanya alvaro membuat stella berpikir sebentar,
“jam 5”
“oke, tunggu aku nanti aku jemput”
“boleh menolak?”
Alvaro menggelengkan kepalanya membuat stella tersenyum.
“jam 5, lewat dari itu aku pulang duluan”
“sip, aku berangkat”
“hati-hati”
Setelah mobil alvaro minghilang barulah stella masuk kedalam kantor.
“Siapa?” tanya mia menyamai langkah stella.
“teman”
“oh,”
Stella salut dengan mia, baru saja patah hati tapi menjalankan seperti tidak ada apa-apa. Stella akui mia adalah wanita yang perpesonal, bisa memisahkan anatara pekerjaan dan patah hati.
Sedangkan dikantor, alvaro merasa bangga karena setelan jas yang dipilihkan oleh stella tidak buruk. Alvaro memasang wajah dinginya ketika memasuki gedung kantornya, karena begini lah imeg seorang alvaro dingin dan kejam jika berurusan dengan pekerjaan dan bisnis.
-
“stella, dipanggil pak Day” ujar sekretaris Day mendatangi Stella.
“sebentar lagi aku kesana” jawab stella mengesave filenya.
Stella bangkit dari duduknya, mia terus menatapnya hingga stella masuk kedalam kantor Day.
Mia tau alasan day selalu menyuruh stella datang kekantor pria itu, bukan untuk memarahi stella atau apa tapi untuk berbagi makan siang. Dan mia juga baru menyadari itu sekarang, setiap stella keluar dari ruangan day pasti stella tidak makan siang lagi.kenapa? kenapa stella begitu kuat tidak makan siang? Dan jawabannya sudah ia temukan sekarang, mereka saudara. Menyesal sudah karena mia sudah sering marah-marah pada stella, kalau ia tau ia akan mengakrabkan diri dengan stella mereka bisa jadi teman baik dan mia akan selangkah lebih dekat dengan day. Tapi apa yang hendak dikata nasi sudah menjadi bubur, sudah waktunya mia move on dan mencari pria dambaan hati yang lain.
“kenapa memanggilku, aku banyak pekerjaan” gerutu stell duduk didepan Day.
“hai, kau datang bersama siapa kemari?” ujar stella ketika sadar ada june dikantor day.
“aku diatar supir tadi, oh aku membawakan kalian bekal. Kata mama kalian makan siang bersama jadi aku membuat kan porsi besar”
“terima kasih atas makan siangnya”
“sama-sama”
“mari makan bersama” ujar stella membuat june menganggukan kepalanya.
Stella memegangi perutnya yang sudah kekenyangan,
“makananmu sungguh sangat lezat, perutku rasanya mau pecah sekarang” komentar stella sambil mengangkat kedua jempolnya membuat june tersenyum
“dasar babi”
Stella menatap kesal kearah day karena mengatainya babi, lalu detik kemudian ia mengabaikannya.
“berikan aku map, terima kasih june” day langsung mengambilkan map kosong lalu diberikan pada stella.
Sebelum pergi stella tersenyum kearah june, stella kembali kemeja kerja nya.
“apa ini?” tanya mia mengambil map kosong milik stella.
“map kosong?” tanya mia tidak percaya
“hm” jawab stella, kerena tidak ada gunanya berbohong karena mia memang sudah tau.
-
Stella menunggu alvaro, karena pria itu akan menjemputnya. Sudah tiga puluh menit stella menunggu namun alvaro tidak juga muncul.
Stella bimbang, antara pulang dulu atau menunggu alvaro.
Stella menghela nafas karena hujan tiba-tiba turun ketika ia memutuskan untung pulang lebih dulu.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
Tbc