
Bab 120
Bambam dan bunga masuk keruangan stella, semua orang menatap mereka berdua penuh tanda tanya termasuk bram yang sudah dari tadi ingin menghabisi bambam.
“bunda” panggil stella membuat bunga tersenyum menghampiri stella yang sudah siuman.
Bunga langsung memeluk stella erat tanpa sadar ia sudah menangis,
“bunda menangis?” tanya stella membuat bunga menganggukan kepalanya,
“kenapa bun? Maafkan stella karena telah membuat bunda sedih” ujar stella melepas pelukan bunga dan menghapus air mata bunga,
“ini air mata kebahagian sayang, kau tau kau akan segera sembuh” ujar bunga membuat semua nya menatap bunga penuh tanda tanya,
“apa maksudmu bunga?” tanya maria membuat semuanya menatap bunga meminta penjelasan darinya,
“kalian tidak salah dengar, angel teman kedokteran kami yang sedang bertugas dikorea sekarang memberi tahu ku kalau dikota kecil dibelanda ada pengobatan herbal untuk penyembuhan stella” jelas bunga membuat mereka semua tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur pada Tuhan.
“kau tidak bohong kan?” tanya maria menghampiri bunga, membuat bunga menggelengkan kepalanya,
“aku tidak bohong, kalau kalian tidak percaya ini yang dikirimkan oleh teman ku” ujar bunga menyerahkan ponselnya pada maria, maria tanpa sadar menangis bunga sama sekali tidak berbohong. Alvaro yang melihat itu setelah maria langsung menangis bahagia. Akhirnya penderitaan istrinya akan segera berakhir.
“dan setelah kondisimu stabil kau akan segera kesana dan setelah itu kau akan menjalani kehidupan normalmu” jelas bambam memeriksa selang infus stella,
“kabar baik, kau bahkan bisa berangkat malam ini” ujar bambam membuat semua yang ada didalam ruangan tersenyum.
“aku akan ikut bersamamu sayang” ujar alvaro menghampiri stella dan menggengam tangan stella erat,
“pekerjaanmu?” tanya stella membuat alvaro menggelengkan kepala, disaat seperti ini istrinya masih memikirkan pekerjaanya.
“sombong sekali,” ujar stella yang hanya ditanggapi senyuman oleh alvaro,
“bagaimana mau dikatakan sayang itulah kenyataannya,”
“yaya pak sombong,”
“mami akan ikut juga, lagian selama ini mami kan hanya dirumah saja jadi sekarang sudah saatnya mami ikut andil menghabiskan uang putra mami” ujar maria menaik turunkan alisnya yang langsung diangguki oleh alvaro,
“tidak masalah mi, uang alvaro tidak akan habis selama 7turunan”
“bunda juga akan ikut, karena bunda yang akan mengecek setiap perkembanganmu disana” ujar bunga membuat maria menganggukan kepalanya,
“maafkann ayah, karena ayah tidak bisa ikut denganmu” ujar bram membuat stella menganggukan kepalanya mengerti,
“tidak apa-apa yah, kenapa harus minta maaf karena stella akan segera sembuh dan pulang menemui ayah”
Bram terenyum ia menyesal karena tidak bisa ikut karena pekerjaannya ada disini, seharusnya velle atau stella yang melanjutkan perusahaannya tapi velle beralih keprofesi dokter dan stella sendiri yang aka berobat jadi tidak ada pilihan untuk bram untuk ikut pergi juga.
“paman bambam?” tanya alvaro
“paman tentu saja tidak ikut karena bunga yang akan memastikan kondisi stella disana” jawab bambam membuat bram menghela nafas lega karena pria itu tidak bisa ikut. Kalau saja bambam ikut maka bram akan meninggalkan pekerjaanya dan ikut serta juga tapi untungnya bambam tidak ikut.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....